Jokowi Anggap Kasus Corona di Aceh Masih Kecil: Jangan Dibiarkan Membesar

Presiden mengakhiri agenda kunjungan kerjanya dengan meninjau Posko Penanganan COVID-19 di Provinsi Aceh, Selasa (25/8).
Tak hanya meninjau, dia juga memberikan arahannya terkait penanganan COVID-19 di Provinsi yang dikenal dengan julukan Serambi Makkah tersebut.
Jokowi menyinggung jumlah kasus yang ada di Aceh sudah mencapai angka 1.241. Jokowi menyebut angka itu kecil apabila dibandingkan dengan wilayah lainnya. Untuk itu, dia ingin tak ada peningkatan jumlah kasus lagi di wilayah tersebut.
"Kita semuanya patut bersyukur, bahwa di Aceh kasus sampai hari ini, tadi dapat laporan dari Pak Gubernur 1241 kasus, ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus kematian baru 30, dan yang sembuh 191," kata Jokowi.
Dia meminta keterlibatan semua pihak demi menekan angka tersebut agar tak terus meningkat. Jokowi khusus mengarahkannya pada Kapolda, Pangdam hingga Gubernur setempat.
Dia menyebut disiplin protokol kesehatan perlu diterapkan demi mencegah terjadinya penyebaran.
"Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Pak Kapolda, agar Gubernur di-backup betul yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun, berdesakan," ujarnya.
Arahan tersebut kata Jokowi akan terus diulangi hingga dipatuhi masyarakat secara keseluruhan. Jokowi berdalih, saat ini bahwa hal itu merupakan faktor penting sebelum vaksinasi dilakukan.
"Ini yang harus diulang-ulang terus agar masyarkat kita tahu betapa bahayanya kalau kita tidak memakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak," ujarnya.
Meski disebut Jokowi masih kecil, kasus pekanan corona di Aceh terus meningkat sejak 16 Juli. Bahkan mencapai rekor di periode 13-19 Agustus, 384 kasus.
Padahal di periode awal corona muncul, Aceh menjadi provinsi yang pertumbuhan kasusnya lambat. Bahkan sempat 0 kasus pada 13 April.
