Jokowi Antisipasi Perubahan Global Setelah Trump Dilantik

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sambutan Presiden Jokowi di HUT PKPI ke-18. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sambutan Presiden Jokowi di HUT PKPI ke-18. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Presiden Joko Widodo berpidato di HUT ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Jokowi bicara soal perubahan global, terutama setelah Donald Trump dilantik sebagai Presiden AS.

"Perubahan dunia semakin cepat dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, perubahan sangat cepatnya. Satu masalah belum rampung sudah ada masalah yang baru lagi. Inilah politik global yang sekarang ini terjadi," kata Jokowi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (15/1).

Jokowi memberi sambutan pada HUT PKPI ke-18. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi memberi sambutan pada HUT PKPI ke-18. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Hadir dalam acara itu beberapa tokoh parpol dan anggota Kabinet Kerja, yaitu Megawati Soekarnoputri (PDIP), Zulkifli Hasan (PAN), Seskab Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menhub Budi Karya, Menhut Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno dan lainnya.

Dalam politik global itu, Jokowi menyebut salah satu faktor pemicu perubahan adalah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Perubahan ini harus diantisipasi oleh Indonesia.

"Apalagi setelah Presiden terpilih Trump dilantik. Karena itu kita harus bergerak cepat, antisipasi segala perubahan yang ada di dunia," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menghadiri HUT PKPI ke-18 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi menghadiri HUT PKPI ke-18 (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Di dalam negeri, kata Jokowi, masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Kemiskinan, kesenjangan ekonomi antar wilayah, kesenjangan miskin dan kaya, hingga masalah pengangguran.

"Meskipun gini ratio (ketimpangan kaya dan miskin), laju kesenjangan kita sudah turun sedikit, tapi tetap masih saja posisi yang harus diperbaiki," kata Jokowi.

Jokowi juga kembali bicara soal media sosial yang sedang marak berita hoax. Dia meminta agar semua elemen mewaspadai efek negatif berita bohong. "Fitnah, berita bohong, ujaran kebencian, yang kita waspadai bisa memecah belah bangsa kita," lanjutnya.