Jokowi Bagikan 204 Sertifikat Tanah Wakaf di Masjid Al-Barkah, Bekasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1).  (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1). (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )

Usai bertemu dengan Prof. Dr. Quraish Shihab di Pondok Pesantren Bayt Al-Quran, Tangerang Selatan, Presiden Jokowi bertolak ke Bekasi, Jawa Barat, untuk membagikan sertifikat tanah.

Sebelum membagikan sertifikat, Jokowi terlebih dahulu melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Barkah. Jokowi turut berbaur dengan masyarakat yang berada di sana. Usai salat Jumat, Jokowi membagikan 204 sertifikat yang diperuntukan untuk tanah wakaf.

"Sertifikat wakaf yang kita serahkan (sebanyak) 204 sertifikat (untuk) masjid, musala, tempat pendidikan, pondok pesantren dan lain-lain," kata Jokowi di lokasi, Jumat (25/1).

Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1).  (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1). (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )

Jokowi mengungkapkan sengaja mempercepat pengurusan sertifikat agar tak ada lagi persoalan sengketa lahan. Sebab dia banyak menerima laporan soal sengketa lahan di tengah masyarakat.

"Kenapa sertifikat ini saya perintahkan pada Menteri BPN dipercepat, karena setiap ke daerah sering masuk suara ke telinga saya sengketa tanah, lahan, dan lain-lain, " ungkapnya.

"Banyak sekali tanah wakaf yang jadi sengketa. Padahal didirikan masjid," imbuhnya.

Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1).  (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah di Masjid Al Barkah, Bekasi, Jumat (25/1). (Foto: Fahrian Saleh/kumparan )

Dia pun mencontohkan sengketa tanah yang terjadi di Jakarta hanya karena nilainya terus bertambah. Sehingga membuat sejumlah pihak meributkannya.

"Contoh di Jakarta, di tengah kota masjid sudah berdiri megah. Dulu harga tanah masih murah, sekarang sudah Rp 120 juta per meter. Mulai jadi ramai karena harga tanah begitu mahal, padahal seritifikat belum ada, " jelasnya.

Jokowi mengungkapkan persoalan itu tak hanya terjadi di Bekasi atau Jakarta saja, melainkan di daerah-daerah lainnya. Sehingga dengan adanya percepatan pengurus sertifikat dapat mengurangi sengketa itu.

"Tidak hanya di kota Bekasi, tapi juga kita serahkan di Aceh, Sumbar, Jawa Barat, Aceh dan lain-lain. Alhamdulillah hari ini sudah selesai 204 sertifikat. Patut kita syukuri," tandasnya.

Dalam kegiatan ini, Jokowi didampingi Menteri BPN Sofyan Djalil dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.