Jokowi Bakal Ngantor di IKN dari 10 September Sampai H-1 Purna Tugas Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widoo mengajak para pimpinan lembaga negara untuk mengunjungi beberapa infrastruktur penting di IKN, Kalimantan Timut, Sabtu (17/8/2024). Foto: Vico/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widoo mengajak para pimpinan lembaga negara untuk mengunjungi beberapa infrastruktur penting di IKN, Kalimantan Timut, Sabtu (17/8/2024). Foto: Vico/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi akan kembali berkantor di Ibu Kota Nusantara pada 10 September hingga 19 Oktober atau H-1 pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.

Diketahui, pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Presidential Communication Officer (PCO), Hasan Nasbi.

“Rencananya begitu (ngantor di IKN) mulai tanggal 10 September sampai 19 Oktober,” kata Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (6/9).

Jokowi sebelumnya juga pernah “berkantor” di IKN yakni pada 12 Agustus lalu. Saat itu, Jokowi bersama Ma’ruf Amin memimpin sidang kabinet perdana yang dilakukan di IKN.

Sementara itu, pendukung kerja pemerintahan seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) belum bakal pindah pada bulan ini. Jokowi menilai pemindahan ASN ke IKN perlu persiapan matang, termasuk fasilitas pendukung.

Konferensi pers Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

"Semuanya kan dilihat fasilitas yang ada, sudah siap belum? Memang sebagian sudah siap dan belum.," ujar Jokowi usai peresmian Fly Over Juanda, Jawa Timur, Jumat (6/9).

Presiden memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Otorita IKN agar pemindahan para abdi negara ke IKN bisa segera terealisasi dan sesuai target.

"IKN itu pekerjaan yang sangat besar sekali. Jadi tidak segampang yang kita bayangkan pindah langsung pindah. Apakah rumahnya siap, apakah apartemennya siap, apakah air dan listriknya siap?" kata Jokowi.