Jokowi Bangga RI Bisa Produksi Sendiri PCR Test Kit di Atas 100 Ribu Unit

20 Mei 2020 12:26
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).
 Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi mengapresiasi peluncuran 9 alat kesehatan yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 di momen Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5). Jokowi bangga karena alat-alat kesehatan ini sudah mulai diproduksi dalam jumlah yang masif.
ADVERTISEMENT
Sembilan alat kesehatan yang diluncurkan Jokowi yaitu PCR Test Kit, Rapid Test Kit, Ventilator BPPT, ITB, UI, UGM, Imunomodulator, Plasma Convalesence, Mobile Lab BSL-2, AI untuk Deteksi COVID-19, Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR), hingga Purifying Respirato.
"Kita patut berbangga karena dari tangan anak bangsa, kita mampu menghasilkan karya yang dibutuhkan. Kemarin saya sudah melihat sendiri ada rapid test, yang waktu saya tanya bisa produksi berapa sudah kira kira 100 ribu. Kalau diproduksi langsung jalan. PCR test kit juga sudah uji dan produksi sama di atas 100 ribu," kata Jokowi saat peluncuran secara virtual, Rabu (20/5).
Acara ini dihadiri oleh Wapres Ma'ruf Amin, sejumlah menteri, tim riset, dll.
Aktivitas di lab Nusantics. Foto: Dok: East Ventures
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas di lab Nusantics. Foto: Dok: East Ventures
Tak hanya itu, Jokowi menyebut beberapa kampus di Indonesia juga sudah mulai memproduksi ventilator emergency. Sebagaimana diketahui, ventilator saat ini salah satu yang mendesak untuk pasien COVID-19, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta.
ADVERTISEMENT
"Kemudian ada ventilator emergency yang ini kemarin saya lihat ada karya ITB, UI, UGM, PT Poly Jaya Medikal, yang sudah mulai membuat ventilator dan ini tinggal produksinya," papar Jokowi.
"Kemudian juga ada Bio Safety Level (BSL) 2. Ini juga sudah bisa kita kerjakan sendiri. Ada produk imuno juga sama, bisa kita bikin sendiri. Ada artificial intelligence, deteksi COVID-19 bisa kita kerjakan sendiri," sambung Jokowi.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengaku sangat optimistis dengan perkembangan teknologi kesehatan di dalam negeri. Ia pun berharap produksi alkes dalam negeri bisa mengurangi impor alkes.
Tak cukup di situ, Jokowi menekankan Indonesia juga harus bisa mencari vaksin corona sendiri.
"Dan lebih dari itu kita harus mampu menghasilkan vaksin sendiri. Saya gembira Eijkman mendapatkan data 7 urutan genom virus yang berguna untuk pengembangan vaksin," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
======
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
**
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020