Jokowi Bertemu Relawan di GBK: Bicara soal Pemimpin hingga Pembangunan RI

27 November 2022 5:54
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi menghadiri acara pertemuan dengan para relawan se-Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11).
ADVERTISEMENT
Dengan mengenakan kemeja putih, Jokowi tiba pada sekitar pukul 08.30 WIB. Kemeja itu kemudian dibalut dengan jaket merah yang bertuliskan G20.
Sambil menebar senyum, ia sempat menghampiri dan menyalami sejumlah relawan yang berada di tribun. Beberapa rekalan kemudian mengajaknya berfoto.
Jokowi: Jangan Pilih Pemimpin yang Senang Duduk di Istana yang AC-nya Dingin
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bicara soal sosok pemimpin. Menurut Jokowi, salah satu kriteria pemimpin yang ideal ialah yang mau turun ke lapangan. Pesan untuk memilih pemimpin yang mau turun ke lapangan disampaikan Jokowi berulang kali.
"Jangan sampai, jangan sampai, jangan sampai, kita memilih pemimpin yang nanti hanya senangnya hanya duduk di Istana yang AC-nya dingin. Jangan sampai, saya ulangi, jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya sangat dingin," kata Jokowi yang disambut riuh relawan.
ADVERTISEMENT
Jokowi menegaskan, memilih pemimpin yang mau turun ke lapangan bertemu rakyat sangat krusial. Sebab, Indonesia negara besar sehingga pemimpin di masa mendatang harus mau mendengar dan merasakan kondisi rakyat.
"Ini negara besar, ini negara besar jangan hanya duduk manis di Istana Presiden. Carilah, saya ingatkan, carilah pemimpin yang senang dan turun ke bawah yang mau merasakan keringatnya rakyat," tegas Jokowi.
Jokowi soal Pilih Pemimpin: Hati-hati Kalau Wajahnya Cling & Tak Ada Kerutan
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Gerakan Nusantara Bersatu
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Gerakan Nusantara Bersatu
Presiden Jokowi mengingatkan relawannya untuk hati-hati saat memilih seorang pemimpin. Menurutnya, sosok pemimpin bisa dilihat dari penampilannya, termasuk raut wajahnya.
"Saya ulang, jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya, kalau wajahnya cling, bersih, tidak ada kerutan di wajahnya, hati-hati," ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
Jokowi juga menyinggung soal pemimpin yang berambut putih semua. Menurutnya, itu juga menandakan pemimpin yang memikirkan rakyat.
"Ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua, ada, ada itu," Jokowi.
Cerita Jokowi yang Tak Menunduk saat Salaman dengan Biden dan Xi Jinping di G20
Presiden Jokowi bersama  Xi Jinping di KTT G20 Bali. Foto: Dok. Agus Suparto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi bersama Xi Jinping di KTT G20 Bali. Foto: Dok. Agus Suparto
Jokowi menceritakan momen ketika bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan Presiden China, Xi Jinping, saat KTT G20 di Nusa Dua, Bali, pada 15 November.
Jokowi menyinggung pertemuan dengan para kepala negara dari seluruh dunia. Ketika menjabat tangan mereka, Jokowi mengatakan, dia tidak menundukkan kepala.
"Waktu kemarin di G20. Semua lihat ‘kan? Kita mampu berdiri tegak, kepala mendongak, di antara negara dunia," terang Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Waktu saya salaman dengan Presiden Joe Biden, waktu salaman dengan Presiden Xi Jinping, dengan negara-negara Eropa," lanjutnya.
Jokowi Pamer Pembangunan di Luar Jawa ke Relawan: Mandalika hingga Likupang
Jokowi dan Iriana nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika. Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dan Iriana nikmati Pemandangan dari Bukit 360 KEK Mandalika. Foto: Dok. Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi memamerkan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinannya. Di depan belasan ribu orang yang hadir Jokowi menyatakan, pembangunan di masa kepemimpinannya dilakukan merata.
“Kita ini memiliki sekarang 38 provinsi, memiliki 514 kabupaten dan kota, memiliki 17 ribu pulau jadi kalau hanya yang dibangun di Jawa, di luar Jawa akan merasakan tidak ada pemerataan, betul enggak?,” kata Jokowi, Sabtu (26/11).
Ditegaskan Jokowi, pembangunan infrastruktur akan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi yang baru.
Jokowi Bicara Upaya RI Jadi Negara Maju: Kerja Keras, Jangan Dikit-dikit Ngeluh
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Gerakan Nusantara Bersatu
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Gerakan Nusantara Bersatu
Presiden Jokowi menyebut Indonesia harus optimistis untuk menjadi negara maju. Jokowi mengaku selalu membawa rasa optimistis itu saat bertemu para pemimpin negara lain, dengan berdiri tegak.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kata Jokowi, untuk menjadi negara maju juga harus dengan semangat kerja keras dan tak mudah mengeluh.
"Untuk jadi negara maju dengan kerja keras yang tinggi, tanpa lelah, tanpa menyerah, jangan dikit-dikit mengeluh, jangan dikit-dikit mengeluh, bukan bangsa pekerja keras namanya. Setuju?" kata Jokowi.
"Semuanya harus bekerja keras, setuju? Semua harus bekerja keras tanpa lelah tanpa menyerah, setuju?" imbuhnya yang disambut riuh relawan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020