Jokowi Bicara Hubungannya dengan Megawati: Seperti Ibu dan Anak, Bandel Biasa
ยทwaktu baca 3 menit

Presiden Jokowi bicara soal hubungannya dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia menyebut, hubungannya dengan pemegang kuasa partai banteng itu baik-baik saja.
Bahkan, Jokowi menyebut bahwa hubungannya dengan Megawati layaknya ibu dan anak.
Belakangan, relasi Jokowi dan Megawati diisukan renggang terkait Pilpres 2024. Salah satu pemicu utamanya adalah pidato Jokowi dalam rakernas Projo pada Sabtu (21/5). Kala itu, Jokowi dianggap memberi sinyal dukungan pada Ganjar Pranowo sebagai capres.
Namun isu kerenggangan itu ditampik Jokowi. Eks Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu bahkan hadir dan meresmikan Masjid At-Taufiq di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung pada Rabu (8/6).
Megawati Seperti Ibu Sendiri
Dalam peresmian Masjid At-Taufiq di markas PDIP Lenteng Agung, Jokowi mengaku mempunyai hubungan batin tersendiri dengan Megawati.
"Saya dan Ibu Mega itu sudah seperti ibu dan anak dalam sebuah keluarga besar," kata Jokowi.
Sebagai anak, Jokowi sangat menghormati Megawati yang disebutnya sebagai ibu sendiri.
"Ibu Mega seperti ibu saya sendiri. Saya sangat hormati beliau. Dan hubungan (seperti) anak dan ibu, hubungan batin. Saya sangat hormat pada beliau yang selalu penuh rasa kepercayaan, yang tidak pernah berubah," kata Jokowi.
Namun soal perbedaan pendapat, Jokowi menyebutnya sebagai hal biasa.
"Kemudian, kalau dalam perjalanan panjang, kadang ada perbedaan anak, ibu, wajar saja, biasa," kata Jokowi.
Jokowi mengibaratkan dalam sebuah relasi antara ibu dan anak, wajar saja bila dalam suatu waktu si anak bertingkah nakal.
"Bahwa dalam perjalanan anak itu ada yang bandel, ada yang nakal, biasa. Saya bilang tadi, wajar," kata Jokowi.
Megawati: Kami dari Dulu Keluarga
Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menepis isu kerenggangan relasi dengan Presiden Jokowi.
Pada kesempatan sama, Megawati menerangkan bahwa dirinya dan Jokowi sejak dulu sudah membangun hubungan kekeluargaan.
"Ini ada Pak Jokowi dan Ibu Iriana. Kami dari dulu kekeluargaan. Jadi kalau mau istilahnya digoreng-goreng ya. Ya, Begitulah," kata Megawati.
Megawati menyesalkan jika hubungannya dengan Jokowi kerap diisukan renggang. Ia kemudian menyinggung wartawan yang suka 'menggoreng' isu tersebut.
"Wartawan itu. Ini yang muda-muda. Kalian itu mestinya punya kode etik jurnalistik. Tapi kalau sekarang kan tidak. Saya merasa media sekarang itu tidak lagi gunakan hal-hal itu," ujar Megawati.
"Tapi ya menurut saya adek-adek ini jangan kalah dengan wartawan dulu. Zaman ayah saya. Meski ada perbedaan, selalu melalui kode etik jurnalistik," imbuhnya.
Bersanding di Sekolah PDIP
Jokowi mengaku sudah dirinya janjian dengan Megawati tiga bulan lalu untuk meresmikan Masjid At-Taufiq. Dua bulan lalu, ia juga sudah diingatkan oleh Puan Maharani.
"Di Ancol juga diingatkan lagi," kata dia.
Sedangkan Megawati menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang menyempatkan hadir dan ikut meresmikan masjid tersebut.
"Masjid ini dibangun untuk mengenang Pak Taufiq Kiemas. Sebagai wakil keluarga besar Pak Taufiq, saya berterima kasih kepada Jokowi yang telah hadir," ucap Megawati.
Megawati mengatakan, Masjid tersebut merupakan bekas kantor pusat partai dan kemudian dialihfungsikan menjadi Sekolah Partai PDIP.
Usai diresmikan, Megawati berharap masjid dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas, terutama masyarakat umum dan kader PDIP beraktivitas di sekitar lokasi masjid.
"Selain tempat ibadah, Masjid At-Taufiq juga bisa digunakan sebagai kegiatan sosial penguatan pancasila," kata Megawati.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko, hingga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Jajaran menteri hadir Menkumham Yasonna Laoly, Seskab Pramono Anung, hingga Mensos Tri Rismaharini. Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani hadir secara virtual.
