Jokowi Bicara soal Era Youtube dan Game Online di Depan Pemimpin G20

29 Juni 2019 19:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Iriana Jokowi (kanan) menyapa warga usai menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang. Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Iriana Jokowi (kanan) menyapa warga usai menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang. Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo menyinggung terkait isu pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Jokowi menyebut saat ini diperlukan adanya penyesuaian terhadap sistem pendidikan. Sebab menurutnya, saat ini dunia memasuki era digital. Jokowi menyadari ada perubahan pola pergaulan dan mental anak-anak generasi saat ini.
“Anak kita sekarang hidup di eranya YouTube video yang rata-rata panjangnya hanya 12 menit, di eranya Instagram video atau Twitter video yang rata-rata panjangnya 6 menit atau bahkan sependek 1 menit," kata Jokowi di depan para anggota G-20 di Osaka, Sabtu (29/6).
"Dulu, anak-anak bergaul dengan misalnya naik sepeda bersama, sekarang anak kita bergaul dengan ramai-ramai main video game “Massive Multi-Player Online Game” seperti Fortnite dan Minecraft,” timpalnya.
ADVERTISEMENT
Jokowi lalu meminta ada kerja sama antara anggota G-20 tekait pemberdayaan perempuan dan pendidikan.
“Kita semua paham bahwa akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting untuk mencapai target Sustainable Development Goals. Dan itu memerlukan kerja sama kita semua,” jelasnya.
Terkait perempuan, Jokowi mengatakan bahwa saat ini peran perempuan di bidang ekonomi, politik, dan kehidupan masyarakat masih kurang. Jokowi tak menutup kemungkinan bahwa perempuan punya kesempatan lebih unggul dari pria.
“Perempuan lebih rajin, lebih tekun, lebih detail, lebih sabar, dan lebih teamwork daripada kita. Karena e-commerce dan teknologi membutuhkan karakter seperti itu, sehingga meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis, ekonomi dan politik otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional di era digital,” ungkap Presiden.
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G-20 di Osaka, Jepang sejak Jumat (28/6) lalu. Hari ini, Sabtu (29/6) Jokowi mengakhiri kunjungan kerjanya di Jepang dan kembali ke Indonesia.
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman saat menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang. Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Pada Sabtu (29/6), Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, menghadiri leader's side-event tentang pemberdayaan perempuan hingga menjadi pembicara terkait pembangunan dan upaya mengatasi kesenjangan.
Selain pertemuan dengan PM India, Jokowi juga menghadiri pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi Mohammad bin Salman, PM Australia Scott Morrison, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Jokowi kembali ke Indonesia sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Jokowi, didampingi sang istri berangkat menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandar Udara Internasional Kansai, Osaka menuju Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Iriana Jokowi (kiri) usai menghadiri KTT G20 di Osaka, Jepang. Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT