Jokowi: Dalam 5 Tahun Ini, Saya Sudah 12 Kali ke Papua

Presiden Jokowi menerima sejumlah perwakilan tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9). Maksud kedatangan tokoh-tokoh adat Papua ini adalah menyampaikan aspirasi.
Jokowi menyampaikan kepada para tokoh Papua dan Papua Barat, bahwa pemerintahannya sangat memperhatikan pembangunan di sana. Bahkan, selama periode pertamanya, Jokowi sudah 12 kali mengunjungi Papua. Ini merupakan tanda Jokowi menaruh perhatian penuh kepada Papua.
"Saya dalam 5 tahun ini sudah 12 kali ke tanah Papua, baik Papua Barat maupun Papua," kata Jokowi di hadapan para tokoh adat Papua.
"Tapi saya enggak ngomong ke provinsi lain karena mungkin hanya 2 atau 3 kali," lanjutnya.
Jokowi pun bercerita bahwa Indonesia merupakan negara yang besar yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, dan agama. Karena keberagaman ini, maka sudah layaknya seluruh warga Indonesia bersatu dan menjaga keberagaman ini.
"Perlu saya ulang-ulang, di mana-mana bahwa negara kita negara besar dengan 714 suku yang kita miliki yang berbeda-beda. 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda. Ini Indonesia dan sudah jadi hukum dari Tuhan, namanya sunnatullah bahwa kita berbeda-beda seperti ini," jelas Jokowi.
Saking besarnya negara Indonesia, Jokowi pun bercerita mengenai pengalamannya yang terbang dari wilayah ujung barat Indonesia yakni Aceh, hingga wilayah ujung timur Indonesia.
"Saya juga pernah coba sebenarnya negara ini sebesar apa, itu saya terbang Aceh ke Wamena. Negara ini sangat besar sekali. Jadi bayangkan naik pesawat saja 9 jam 15 menit. Bayangkan kalau kita jalan kaki enggak tahu berapa tahun akan sampai," ungkap Jokowi.
Saat berkunjung ke Wamen, Jokowi bercerita sempat blusukan mengecek harga BBM di sana. Ia pun merasa kaget dengan besaran harga BBM di Wamena.
"Pertama kali ke wamena saat itu malam-malam keluar, saya tanya ke warung-warung mengenai harga bensin, saya betul-betul kaget saat itu. Karena sebelumnya enggak ada info soal itu," ujar Jokowi.
"Ini satu liter (bensin) Rp 60 ribu. Tapi kalau hujan Rp 100 ribu (per liter). 'Itu per liter Pak' . Saya tanya ulang-ulang, saya kaget betul. Berarti 10 kali lipat," lanjut Jokowi.
Kemudian, lanjut Jokowi, saat itu ia langsung memerintahkan Menteri ESDM untuk menurunkan harga BBM di Papua. Meski harganya belum sama dengan di Jawa, tapi setidaknya ada penurunan harga.
Hal ini juga berlaku untuk harga semen. Jokowi bercerita sempat kaget dengan tingginya harga semen di Papua. Namun, sekarang, harga semen di Papua sudah berangsur turun.
"Sekarang harga semen di Papua turun tidak seperti dulu. Sekarang semen belum sama dengan di sini, paling tidak harganya sudah Rp 400-500 ribu. Sudah turun separuh. Kita usaha terus supaya harga itu bisa (turun)," ungkap Jokowi.
