Jokowi dan Kisah Kilion Manggara, Pejuang Listrik di Desa Amdui Papua

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PLTS di Desa Amdui, Raja Ampat (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PLTS di Desa Amdui, Raja Ampat (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)

Presiden Joko Widodo kini senang membagikan kisah pembangunan di daerah yang terwujud berkat bantuan pemerintah, lewat media sosial. Kali ini Jokowi mengangkat kisah pejuang listrik di Desa Amdui, Kabupaten Raja Ampat, Papua.

Pejuang itu bernama Kilion Manggara, seorang guru yang berkat usaha kerasnya berhasil menghadirkan listrik melalui Pembangkit Llistrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun oleh Kementerian ESDM.

"Sepulang bertandang ke desa tetangga, suatu malam beberapa tahun lalu, Kilion Manggara terhenyak. Desa Arefu yang ia kunjungi itu terang benderang. Kampungnya sendiri, Desa Amdui, di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, masih gelap gulita di malam hari. Tak ada penerangan listrik di desa itu," kisah Jokowi dalam akun Facebooknya, Presiden Joko Widodo, Minggu (14/1).

Pertemuan di Balai Desa Amdui (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan di Balai Desa Amdui (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)

Tiba di rumah, pensiunan guru sekolah dasar ini lalu menulis surat yang ditujukan ke Dinas Energi Kabupaten Raja Ampat. Isinya keprihatinan akan Desa Amdui yang belum memiliki penerangan. “Saya prihatin masyarakat gelap terus,” katanya sebagaimana ditulis Jokowi.

"Pada pukul tujuh malam, ia mendatangi rumah kepala kampung. Sang kepala kampung juga setuju lalu menandatangani surat itu," tutur Jokowi.

Dari kunjungan ke desa tetangga itulah, suara Kilion Manggara dan kepala kampungnya, sampai juga ke Jakarta. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kemudian turun tangan mewujudkan keinginan Kilion dan warga Amdui dalam bentuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Begitu senangnya, masyarakat Desa Amdui ikut bekerja membangun PLTS ini. Mereka bahkan membuat pagar di sekeliling PLTS untuk menjaganya," ucap Jokowi.

PLTS di Desa Amdui, Raja Ampat (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PLTS di Desa Amdui, Raja Ampat (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)

"Kini, Anda yang datang ke Desa Amdui akan menyaksikan jajaran panel surya berwarna biru tua dan perak yang mengubah cahaya matahari menjadi tenaga listrik. Sejak Juli 2017 lalu, PLTS berkapasitas 30 WPH ini mampu menerangi sekitar 103 rumah di Desa Amdui," lanjut Jokowi.

Desa Amdui kini terang di malam hari, dan Kilion Manggara tak perlu lagi berkecil hati melihat desa tetangga," tutup Jokowi disertai tagar #IniPunyaKita.

facebook embed

Cerita di atas pernah disampaikan Kilion Manggara (63 tahun), kepada kumparan (kumparan.com), saat peresmiaan PLTS di Desa Amdui itu pada 21 Agustus 2017. Kisah yang diceritakan Jokowi itu terjadi pada tahun 2014 saat Kilion mulai tergerak ingin menghadirkan listrik di desanya.

"Saya ketemu PLTS di Arefu, ketemu bapak namanya Almas. Saya tanya, kenapa kampung di sini dapat penerangan sebelah tidak," kata Kilion Manggara.

Warga Amdui, Kilion Manggara (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Warga Amdui, Kilion Manggara (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)

Dia lalu membuat 5 proposal permohonan yang dibuat untuk Kepala Desa, Dinas Energi di Kabupaten, Provinsi, Kementerian ESDM dan satu untuk saudaranya di Desa Arefu.

Lama tak ada kabar, tahun 2017 akhirnya perwakilan Kementerian ESDM datang ke Desa Amdui untuk meninjau lapangan lalu dimulailah pembangunan infrastruktur untuk PLTS. Lokasi pembangunan itu rupanya tanah milik Kilion.

“Saya punya pohon kelapa tumbang, sagu tumbang, demi masyarakat. Makanya kalian sekolah,” tutur Kilion.

PLTS dibangun oleh Kementerian ESDM lewat PT Inti sebagai pemegang proyek. Tenaga surya yang dihasilkan sebesar 30 kWp untuk sekitar 130 KK di 108 rumah, dengan masing-masing rumah mendapat 600 watt perhari.

PLTS di Desa Amdui (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PLTS di Desa Amdui (Foto: Muhammad Iqbal/kumparan)