Jokowi di Peringatan 20 Tahun Bom Bali: Tidak Ada Tempat Bagi Teroris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Suasana 20 tahun peringatan bom Bali di Tugu Peringatan Bom Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana 20 tahun peringatan bom Bali di Tugu Peringatan Bom Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Presiden Jokowi mengajak masyarakat bersatu melawan terorisme dalam rangka memperingati 20 tahun peristiwa bom Bali. Ia juga meminta warga tetap waspada terhadap serangan terorisme.

Peristiwa bom bali terjadi pada 12 Oktober 2002 ada dua ledakan pertama di luar Sari Club. Kemudian ledakan lain kurang dari satu menit di Paddy's Bar di seberang jalan.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada tempat di mana Tanah Air kita ini bagi teroris, terakhir saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air agar semuanya tetap tenang menjaga persatuan dan tetap waspada," kata Jokowi melalui sebuah video yang ditampilkan di Tugu Peringatan Bom Bali, Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (12/10).

"Kita semua harus bersatu melawan terorisme," lanjut dia.

Presiden Joko Widodo bersiap memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 63 dan 64 Lemhanas Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/10/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto

Jokowi menuturkan, peristiwa bom Bali yang menewaskan 202 orang dan 2.000 korban luka merupakan tragedi kemanusiaan. Terorisme merupakan tindakan yang menciptakan provokasi di antara masyarakat dan bangsa-bangsa.

"Terorisme perbuatan yang biadab yang jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara para bangsa. Ini adalah tragedi kemanusiaan," kata dia.

Eks Wali Kota Solo itu mengatakan, dirinya telah memerintahkan aparat keamanan mengusut jaringan teroris hingga tuntas.

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya dan juga telah memerintah kan kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Suasana 20 tahun peringatan bom Bali di Tugu Peringatan Bom Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Sementara Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, ia telah memberikan bantuan kepada 700 dari 900 korban bom Bali.

BNPT juga membuat sejumlah program untuk membantu para korban. Mulai dari mengelar silaturahmi antara pelaku dengan penyintas, memberikan modal usaha dan mengatur dana warisan bagi keluarga korban.

Program itu diatur dalam Penetapan Perpres Nomor 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme.

"Pada pilar kedua rencana aksi nasional ini antara lain berfokus pada perlindungan saksi dan korban. Salah satu ini aksinya adalah membentuk dana perwalian korban. Dana tersebut dapat menjadi elemen penting untuk memenuhi kebutuhan para korban atau penyintas," kata Boy.

Salah satu keluarga korban bernama Ni Luh Erniawati berharap pemerintah bisa menyalurkan bantuan seumur hidup bagi korban yang terdampak hingga mengalami kecacatan.

"Kami berharap pemerintah memberi jaminan kesehatan yang berkualitas seumur hidup yang menjamin pengobatan tanpa batas serta jaminan kepada anak-anak korban," katanya.