Jokowi di Rakornas Forkopimda: Bicara Branding Kota hingga Stunting

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi membuka Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia di SICC Sentul, Bogor, Selasa (17/1/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi membuka Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia di SICC Sentul, Bogor, Selasa (17/1/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi membuka Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia di SICC Sentul, Bogor, Selasa (17/1). Rakornas tahun ini mengusung tema "Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi".

Ada empat hal yang dibahas dalam rakornas ini:

  1. Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi;

  2. Penguatan Investasi, Hilirisasi, dan Kemudahan Perizinan Berusaha;

  3. Penanganan COVID-19, Stunting, Kemiskinan, Pengangguran, dan Jaminan Pengamanan Sosial;

  4. Stabilitas Politik, Hukum, Keamanan, dan Pengawasan.

Kegiatan itu turut dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menko Perekonomian Airlangga. Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin juga hadir.

Singgung soal Perjuangan Perangi Pandemi

Jokowi, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada para kepala daerah atas perjuangan mereka di masa pandemi COVID-19.

"Kita ingat saat pandemi, kita pontang-panting mencari APD. Pontang-panting mencari masker, pontang-panting mencari vaksin. Terakhir pontang-panting saat [varian] Delta, mencari oksigen sangat mencekam saat itu. Berkat kerja keras kita mampu mengendalikan COVID-19," beber Jokowi.

Jokowi menjelaskan, saat ini sudah ada 448 juta vaksin COVID-19 sudah disuntikkan ke masyarakat. Ia menyebut hal itu bisa terlaksana karena ada kerja keras dari seluruh pihak termasuk TNI, Polri, dan para kepala daerah dari tingkat provinsi hingga RT.

"Tanyakan negara lain, ada enggak penanggulangan setotal kita? Kita betul-betul total football saat itu, pontang-panting semuanya lari ke sana ke mari karena ingin selesaikan COVID-19," tambahnya.

Presiden Joko Widodo disambut tarian daerah saat melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Minta Tiap Kota Punya Branding

Jokowi meminta seluruh kepala daerah agar kreatif. Menurutnya, harus ada kekhasan yang dibangun di daerah, misalnya saja dengan tagline dan branding yang unik sesuai dengan keunggulan masing-masing.

"Buat masterplan yang betul-betul memiliki misi ke depan. Jangan semua kota sama semuanya. Namanya memiliki brand yang hampir mirip-mirip. Ada beriman, ada ber-ber, dan ber apa lagi. Berseri, ber ber ber semuanya. Buatlah brand kota sesuai dengan potensi dan keunggulan kita masing-masing," urai Jokowi.

"Misalnya, Kota Pisang, kenapa tidak? Kota Ikan, kenapa tidak? Kota Musik, kenapa tidak? Kota Mebel, kenapa tidak? Tapi konsisten. Kalau sudah [pakai julukan] Kota Pisang, pisangnya harus lebih banyak di kota itu. Sehingga brand kota akan kelihatan," sambungnya.

Davao City di Filipina Foto: Shutter Stock

Ia kemudian mencontohkan Kota Davao di Filipina yang dijuluki Kota Pisang. Di sana, semua hal dikaitkan dengan pisang, mulai dari tarian tradisionalnya, industrinya, hingga tempat ikoniknya.

"Sehingga orang mikir Davao itu ya pisang," ungkap Jokowi.

Jokowi kemudian bertanya, mengapa Jepara yang terkenal dengan mebelnya tidak melakukan hal yang sama. Ia membandingkan dengan sebuah daerah di Amerika Serikat yang sama-sama terkenal dengan produk mebelnya, dan setiap sudut kotanya hanya berisi mebel.

"Mem-branding kotanya tapi konsisten, membangun semua potensi yang ada di kota itu. Ikan kita memiliki kekuatan. Kalau di Jepang ada Tsukiji Fish Market terkenal, kenapa di Ambon enggak menyiapkan branding ini? Sehingga perlu masterplan, siapkan," kata Jokowi.

Petugas saat memperbaiki pipa PDAM di jalan yang amblas di Daan Mogot, Tangerang, Senin (14/1/2020). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Tegur Kepala Daerah yang Naikkan Tarif PDAM 100%

Dalam sambutan itu, Jokowi menyinggung soal laporan adanya kepala daerah yang menaikkan tarif PDAM sampai 100%. Ia meminta hal itu jangan dilakukan.

"Hati-hati mengenai tarif yang diatur pemerintah atau pemda. Saya ambil contoh urusan tarif PDAM, hati-hati. Kalau urusan listrik urusan kita. Hati-hati itu menentukan, bisa menjadikan inflasi. Jangan sampai ada PDAM menaikkan harga sampai 100%," kata Jokowi.

Jokowi juga bicara soal inflasi. Ia mengaku sudah memegang datanya dari Kemendagri dan Bank Indonesia.

"Mereka memiliki data. Dan apa yang harus dilakukan dan saya tidak mengulang lagi karena semua sudah tahu bagaimana menutup ongkos transportasi, meningkatkan produktivitas petani," ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Stunting melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Ingatkan soal Pencegahan Stunting

Jokowi menekankan pencegahan stunting harus dilakukan secara disiplin, terutama pascakelahiran. Bayi harus bisa diberi makanan bergizi tinggi.

"Perlu saya ingatkan pada saat intervensi, masa kritis intervensi jangan diberikan makanan yang namanya ultra-processed, biskuit, bubur instan, hati-hati, ini banyak dilakukan, ini keliru. Beri yang namanya protein-protein hewani yang tinggi zat besinya, bisa itu," kata Jokowi.

Target pemerintah di 2024 angka stunting turun di bawah 14%. Ia mengakui target itu bukan hal yang mudah, namun ia yakin bisa terselesaikan dengan kerja keras.

"Sekali lagi kalau kerja keras seperti saat bekerja mengatasi pandemi saya yakin ini bukan persoalan yang susah diselesaikan," tutur mantan Gubernur Jakarta ini.

Lebih jauh, Jokowi juga meminta para kepala daerah agar mengingatkan para ibu dan calon ibu soal peran Posyandu dalam memberikan wawasan soal pentingnya gizi bayi.

Presiden Jokowi makan siang bersama kepala daerah, Selasa (17/1/2023). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Ingatkan Masyarakat Jangan Sampai Jadi Korban Politik

Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan jelang Pemilu 2024. Kata dia, jangan sampai ada masyarakat yang jadi korban politik.

"Saya minta betul saudara-saudara bisa menjaga situasi kondusif, menjaga agar masyarakat kita tidak menjadi korban politik, utamanya politik identitas," kata Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan TNI dan Polri untuk tetap netral. Sebab, TNI dan Polri tidak boleh berpolitik praktis.

"Petakan yang namanya potensi kerawanan. Jangan pas kejadian pontang panting sibuk ke sana ke sini. Salah siapa ini, salah siapa ini," tegasnya.

Presiden Jokowi makan siang bersama kepala daerah, Selasa (17/1/2023). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Minta Jangan Ada Larangan Bangun Tempat Ibadah

Jokowi menyinggung kebebasan beragama di hadapan para kepala daerah. Dia menegaskan, setiap pemeluk agama mempunyai hak yang sama dalam beribadah.

"Ini yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, hati-hati. Ini memiliki hak yang sama dalam beribadah, memiliki hak yang sama dalam kebebasan beribadah dan beragama," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, kebebasan beragama dan beribadah setiap warga negara dijamin UUD 1945 pasal 29 ayat 2.

"Ini harus ngerti. Dandim, Kapolres, Kapolda, Pangdam harus ngerti ini. Kajari, Kajati. Jangan sampai namanya konstitusi itu kalah oleh kesepakatan. Konstitusi tidak boleh kalah dengan kesepakatan," ucap Jokowi.

instagram embed

Jokowi mengaku prihatin masih adanya larangan membangun tempat ibadah didasarkan kesepakatan segelintir kelompok.

"Jangan sampai namanya konstitusi itu kalah oleh kesepakatan. konstitusi tidak boleh kalah dengan kesepakatan. Ada rapat FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) misalnya sepakat tidak memperbolehkan membangun tempat ibadah," tuturnya.

"Meskipun hanya satu, dua, tiga kota dan kabupaten, tapi hati-hati mengenai hal ini. Karena saya lihat masih terjadi. Kadang-kadang saya berpikir sesusah itukah orang yang akan beribadah? Sedih kalo kita mendengar," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (tengah) memukul gong disaksikan sejumlah jajaran kabinet Indonesia Maju saat membuka Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

Peserta Rakornas Forkopimda Terkejut Jokowi Ikut Panel Diskusi

Setelah sambutan, Jokowi meninggalkan ruangan Rakornas. Seharusnya dia langsung gedung karena tak ada jadwal mengikuti rangkaian kegiatan.

Namun, setelah meninggalkan ruangan, ternyata Jokowi kembali ke dalam dan membuat seluruh peserta terkejut. Hal itu yang diungkap oleh salah satu peserta diskusi panel, Wali Kota Bogor Bima Arya.

"Jadi setelah membuka [acara Rakornas], Pak Presiden kembali ke sesi panel kedua ketika Mas Azwar Anas berbicara. Jadi semua terkejut di ruangan," kata Bima Arya.

Bima Arya menilai, kembalinya Jokowi ke dalam ruangan Rakornas memberikan pesan kepada peserta bahwa Jokowi serius menanggapi reformasi birokrasi, digitalisasi, investasi, dan mengantisipasi resesi.

Politikus PAN itu juga menekankan pesan yang disampaikan oleh Jokowi saat membuka acara. Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan kepala daerah untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan jelang Pemilu 2024. Masyarakat jangan sampai jadi korban politik.

"Presiden titip ini tahun politik. Semua harus membangun kebersamaan," imbuhnya.