Jokowi Dukung Pembangunan Museum Tokoh Pers Adinegoro

Di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Presiden Joko Widodo bercerita tentang kunjungannya ke rumah keluarga besar tokoh pers, Djamaluddin Adinegoro, di Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (8/2).
Meski sudah tinggal pondasinya saja, namun menurut Jokowi, rumah tersebut menjadi saksi sejarah lahirnya seorang tokoh pers.
"Di situlah beliau, Bapak Djamaluddin Adinegoro lahir dan dibersarkan. Beliau lahir dengan nama Djamaluddin, gelar Datuk Marajo Sutan, dan nama penanya Adinegoro," ucap Jokowi di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/2).

Karya-karya sastra Djamaluddin begitu terkenal dan melegenda. Salah satunya adalah karya berjudul Darah Muda, Asmara Jaya, Melawat ke Barat. Tidak hanya karya sastra, Djamaluddin juga mewariskan atlas pertama Indonesia dan ensiklopedia berbahasa Indonesia yang pertama.
"Kehadiran saya di sana kemarin sore tidak hanya sekadar memberikan sertifikat, yang berpuluh tahun tidak bisa diselesaikan dan kemarin sudah saya serahkan kepada keluarga besar beliau. Dan dari keluarga besar juga menyampaikan akan digunakan untuk museum Adinegoro," ungkapnya.
Jokowi memastikan, pemerintah akan mendukung penuh pendirian museum tersebut. Sebab, dengan museum tersebut, generasi penerus bisa mengenal karya dan jejak langkah Djamaluddin baik sebagai wartawan maupun sastrawan.


"Pemerintah mendukung penuh pendirian museum tersebut dan kelak di museum itu kita dapat mengenal karya-karya dan jejak langkah beliau sebagai sastrawan atau wartawan," ujarnya.
"Begitu besar peran beliau dalam memajukan pers Indonesia. Pers yang bertanggungjawab dan pers yang menggalang persatuan bangsa," tandasnya.
