Jokowi: Dulu Tas Notaris Isinya Pulpen, Cap, Sekarang Harusnya Tablet

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Presiden Joko Widodo meminta para notaris agar lebih memanfaatkan perkembangan teknologi pada masa kini. Hal itu guna mempermudah pekerjaan para notaris yang seringkali berkaitan dengan administrasi.

Jokowi menilai dengan teknologi, pekerjaan para notaris akan lebih cepat rampung. Hal ini disampaikan Jokowi kepada sekitar 1.500 notaris saat membuka Kongres Notaris Dunia, Kamis (28/11).

"Misalnya kehadiran fisik bisa dilakukan dengan pemanfaatan teknologi, bisa video call, tanda tangan elektronik tanpa kehilangan bukti elektroniknya, layanan kenotariatan adaptif dengan teknologi," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Senayan.

Jokowi kemudian melontarkan candaan kepada para notaris. Menurut dia, apakah seorang notaris sudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi atau tidak bisa dilihat dari isi tasnya.

Notaris di zaman dulu, kata Jokowi, hanya membawa pulpen, cap, dan meterai.

Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Dulu tas notaris (isinya) pulpen, cap, meterai. Sekarang harusnya laptop, tablet yang terkoneksi internet sehingga kalau klien butuh apa-apa bisa cepat diurus online," ujarnya disambut tawa para notaris.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta seluruh notaris memanfaatkan penggunaan teknologi. Jika tidak, ia yakin para notaris akan ditinggal oleh klien-klien mereka.

"Ini harus segera dimulai, saya paham teknologi berubah cepat tapi kalau notaris tidak berubah maka notaris akan tertinggal," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyebut penguasaan teknologi sebagai salah satu tantangan di era disrupsi. Era disrupsi merupakan pergeseran perilaku masyarakat dari dunia nyata ke dunia maya.

kumparan post embed