Jokowi Godok Pelonggaran PSBB, Ajak Masyarakat Bersiap Hidup dengan Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
42
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau penyaluran bantuan sosial Presiden di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Kemenkopmk
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meninjau penyaluran bantuan sosial Presiden di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Kemenkopmk

Presiden Jokowi baru saja menggelar rapat terbatas tentang penanganan COVID-19 bersama sejumlah menterinya secara virtual, Senin (18/5). Dalam rapat ini, Jokowi membahas soal rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tahapan normal baru atau New Normal.

Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, rencana pelonggaran dibahas demi melindungi ekonomi masyarakat.

"Rapat kali ini difokuskan kepada upaya kita untuk mengurangi Pembatasan Sosial dalam rangka meningkatkan atau memulihkan produktivitas," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers usai rapat terbatas.

Namun, Muhadjir menegaskan, meski ada rencana pelonggaran PSBB, pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan COVID-19 sampai vaksin akhirnya ditemukan.

embed from external kumparan

Maka dari itu, sebagai bagian dari adaptasi terhadap COVID-19, Presiden Jokowi, kata Muhadjir, mengajak masyarakat untuk bersiap hidup berdampingan dengan virus corona. Tatanan baru hidup dengan virus corona ini seringkali disebut dengan istilah new normal.

"Presiden menekankan pentingnya bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru," kata Muhadjir usai ratas berlangsung dalam keterangan persnya

"Di mana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya. Yaitu, suasana di mana lingkungan kita sama-sama (hidup) dengan COVID-19 ini," tambahnya.

Presiden Jokowi sebelumnya sudah pernah menyinggung soal istilah new normal. Menurutnya, dengan fakta bahwa vaksin corona belum ditemukan, maka warga Indonesia harus beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona melalui sebuah tatanan baru yang disebut dengan new normal.

Sejumlah penumpang menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line menuju Jakarta di stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Foto: Antara/Fakhri Hermansyah

Kembali produktif dengan melakukan berbagai aktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, inilah yang dimaksud Jokowi dengan new normal.

"Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru. Tapi kehidupan yang berbeda itu bukan kehidupan yang penuh pesimisme atau ketakutan," ujar Jokowi dalam keterangan pers yang disampaikan melalui video, Jumat (15/5).

======

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

**

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.