kumparan
19 Agu 2018 6:08 WIB

Jokowi Harap Perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara Semakin Kokoh

Jokowi terima PM Korsel dan Wakil PM Korut. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak Yon dan Wakil Perdana Menteri Korea Utara Ri Ryong Nam bergandengan tangan saat menyambut kontingen Unifikasi Korea di pembukaan Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/8).
ADVERTISEMENT
Sebelum memamerkan kemesraan itu, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu bertemu dengan keduanya. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan, Indonesia mendukung perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
"Asian Games merupakan satu momen penting yang dapat terus memperkokoh perdamaian dan persahabatan antara Korea Selatan dan Korea Utara," ujar dia saat bertemu dengan Lee dan Ri.
Jokowi terima PM Korsel dan Wakil PM Korut. (Foto: dok. Biro Pers Setpres)
Presiden Korsel Moon Jae In dan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un tidak hadir dalam pembukaan Asian Games ke-18 itu. Maka, Jokowi hanya bisa menitipkan salam kepada keduanya di akhir pertemuan.
Atlet Unifikasi Korea akan bertanding untuk enam cabang olahraga di Asian Games 2018. Mereka memperebutkan medali untuk cabor basket putri, perahu naga putra dan putri, dayung LM4 putra, LM8+ putra, dan LW2X putri.
ADVERTISEMENT
Persatuan antara Korut dan Korsel merupakan hasil komitmen keduanya untuk bidang olahraga. Bendera Unifikasi Korea pertama kali digunakan dalam Kejuaraan Tenis Meja Dunia ke-41 di Chiba, Jepang, pada 1991. Kemudian dikibarkan kembali dalam Kejuaraan Sepak Bola Pemuda Dunia ke-6 di Lisbon, Portugal.
Kedua negara tersebut juga berjalan di bawah satu bendera dalam pembukaan Olimpiade Musim Panas 2000 di Sydney, Olimpiade Musim Panas 2004 di Athena, Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, dan Asian Games 2006 di Doha, meski keduanya bertanding sebagai dua tim berbeda.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan