Jokowi: Indonesia Rawan Bencana, 1.613 Bencana Terjadi pada 2022

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed (kiri) sebelum upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed (kiri) sebelum upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Presiden RI Joko Widodo mengungkap pada Rabu (25/5/2022), Indonesia telah melewati sebanyak 1.613 bencana sejak awal tahun ini.

"Indonesia merupakan negara rawan bencana. Di 2022 saja per 23 Mei telah terjadi bencana sebanyak 1.613 dan rata-rata dalam sebulan terjadi 500 kali gempa skala kecil maupun besar," tutur Jokowi saat membuka The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Jokowi menerangkan, beragam bencana tersebut merenggut ribuan nyawa dalam sekali sentak. Gempa disertai tsunami di Palu pada 2018 bahkan menewaskan 2.113 orang.

Indonesia masih menghadapi ancaman bencana lain pula, mengingat adanya 139 gunung api aktif serta kemungkinan kebakaran hutan dan lahan. Pun dunia kini sedang berupaya melanjutkan kehidupan usai bencana dalam skala yang tak pernah terduga sebelumnya.

Pandemi COVID-19 telah menjungkirbalikkan pemahaman konvensional tentang risiko dan pengelolaan bencana. Pemicu risiko sebelum pandemi semakin memburuk, sedangkan perubahan iklim tidak kunjung melandai.

Presiden Joko Widodo berjalan dengan Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed (kanan) sebelum upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat membuka Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Kerentanan manusia semakin meninggi seiring ketimpangan dan kemiskinan memuncak. Keadaan itu mengancam pembangunan berkelanjutan yang menjadi ambisi berbagai negara.

Namun, Jokowi menekankan, kerugian akibat bencana bisa ditekan hingga seminim mungkin. Melalui manajemen bencana yang memadai, risiko bencana alam maupun nonalam bisa teratasi.

"Indonesia berhasil menurunkan kebakaran hutan dari 2,6 juta hektar hanya menjadi 358.000 hektar di 2021," jelas Jokowi.

Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan populasi 270 juta orang telah mensuntikkan 411 juta dosis vaksin. Kasus harian juga turun tajam dari 64.000 saat puncak menjadi menjadi 345 kasus harian per kemarin.

-Presiden Jokowi

Seniman yang membawakan tari Asmaradana menjalani gladi bersih upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (24/5/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Sekilas GPDRR

GPDRR ke-7 digelar oleh PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) setiap tiga tahun sekali.

Tahun ini, UNDRR dan pemerintah Indonesia mengetuai acara tersebut. Indonesia menerima kehormatan untuk menjadi tuan rumah pertemuan yang pertama kali diselenggarakan di Asia.

GPDRR berlangsung pada 23-28 Mei 2022 di Bali. Wadah tersebut menyatukan pemerintah, sistem PBB dan seluruh pemangku kepentingan.

Tema perhelatan tahun ini ialah From Risk to Resillience: Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World (Dari Risiko ke Ketangguhan: Menuju Pembangunan Berkelanjutan untuk Semua di Dunia yang Ditransformasi COVID-19).

Presiden Joko Widodo memberi salam kepada Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed disaksikan oleh sejumlah Menteri saat membuka Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Presiden Joko Widodo berjalan dengan Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed (kiri) sebelum upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Para peserta mendiskusikan perkembangan terbaru dalam mengurangi risiko bencana, terutama melalui sudut pandang pemulihan pascapandemi yang inklusif bagi segala kelompok rentan.

"Indonesia siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mitigasi bencana. Sebagai negara rawan bencana, Indonesia mempunyai akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa menjadi pelajaran penting bagi dunia," ungkap Jokowi.

"Tetapi Indonesia juga ingin sangat ingin belajar dari pengalaman internasional," pungkasnya.