Jokowi Ingatkan Bawaslu: Jangan Jadi Badan Pembuat Was-was
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi mengingatkan Bawaslu untuk segera mempersiapkan tahapan dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. Ia menekankan agar Bawaslu melaksanakan tupoksinya dalam koridor hukum dan menjamin keberlangsungan pemilu yang adil.
Dalam mewujudkannya, Jokowi meminta agar Bawaslu tak perlu menjadi badan yang membuat was-was masyarakat.
"Bawaslu harus bekerja cepat, responsif dan berada pada koridor hukum. Pegangannya memang koridor hukum, merespons pengaduan dengan cepat, menindak pengaduan dengan tegas dan tidak usah ragu pegang teguh integritas, adil dan tidak memihak," ungkap Jokowi di acara Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2024 yang digelar Bawaslu di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12).
"Tapi juga jangan sampai Bawaslu malah menjadi badan pembuat was was pemilu," imbuh Jokowi.
Menurut Jokowi, Bawaslu merupakan lembaga yang disegani dan ditakuti banyak pihak, termasuk para capres, cawapres hingga calon pemimpin daerah lainnya. Hal itu dibuktikan dengan pengalamannya pada Pemilu 2019 silam, di mana Jokowi pernah dipanggil Bawaslu DKI Jakarta.
Jokowi menginginkan agar pemilu tetap berjalan dengan ingar-bingar. Sehingga, ia mendorong agar Bawaslu melakukan sosialisasi terkait aturan pesta demokrasi 2024 mendatang.
"Artinya ingar-bingar pemilu tetap harus terasa sebagai bagian berdemokrasi. Harus ingar-bingar pemilunya, jangan sampai mengadakan pemilu senyap," ungkap Jokowi.
"Kuncinya aturan main harus jelas dan disosialisasikan. Kalau ada aturan main disosialisasikan jangan sampai dipanggil, dia bisa mengelak belum tau dan nggak ngerti karena nggak ada sosialisasi," tandasnya.
