Jokowi Ingatkan Kapolda-Kapolres: Jangan Gagah-gagahan Merasa Punya Mobil Bagus!

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
41
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajati di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Presiden Jokowi mengingatkan para perwira Polri untuk memperhatikan gaya hidup. Ia meminta para polisi mempunyai sense of crisis.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pengarahannya kepada Perwira Tinggi Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres se-Indonesia di Istana Merdeka, Jumat (14/10).

Awalnya, Jokowi menjelaskan bahwa kondisi dunia sedang sulit dalam menghadapi badai ekonomi global. Ia menyebut 66 negara berada dalam posisi rentan. Bahkan 345 juta orang di 82 negara sudah masuk kategori menderita kekurangan pangan akut.

"Ini yang semua Kapolda, Kapolres, Pejabat Utama Polri harus tahu. Keadaan situasi seperti ini harus mengerti, sehingga punya sense of crisis yang sama. Hati-hati dengan ini. Hati-hati," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tiba untuk menyampaikan pengarahan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Menurut Jokowi, hal yang perlu diperhatikan oleh para polisi ialah soal gaya hidup. Sebab di tengah krisis tersebut, jangan sampai timbul letupan-letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi.

"Hingga saya ingatkan yang Polres, Kapolres, yang namanya Kapolda, yang namanya seluruh pejabat utama, perwira tinggi rem total masalah gaya hidup. Jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus atau motor gede yang bagus. Hati-hati. Saya ingatkan hati-hati," tegas Jokowi.

collection embed figure

Ia kembali mengingatkan, teknologi saat ini membuat interaksi sosial sudah berubah. Informasi dapat menyebar cepat dengan adanya media sosial.

"Saya terlalu banyak mendapatkan laporan. sehingga kembali lagi gaya hidup, urusan kecil-kecil tetapi itu bisa mengganggu kepercayaan terhadap Polri. Urusan mobil, urusan motor gede, urusan yang remeh temeh, sepatunya apa, bajunya apa dilihat masyarakat sekarang ini. Itu yang kita harus mengerti dalam situasi dunia yang penuh dengan keterbukaan," pungkasnya.