Jokowi: Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis atau Pancasilais Sendiri

kumparanNEWSverified-green

comment
115
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di sidang tahunan MPR DPR. Foto: YouTube/DPR
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di sidang tahunan MPR DPR. Foto: YouTube/DPR

Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR/DPR, Jumat (14/8). Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung soal pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Dalam sidang tahunan MPR/DPR tersebut, Jokowi mengingatkan, demokrasi harus menghargai orang lain.

"Demokrasi memang menjamin kebebasan namun kebebasan yang menghargai hak orang lain," ujar Jokowi di Gedung Kura Kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Selain itu, Jokowi juga menyebut demokrasi artinya tidak ada satu pun orang yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, sementara orang lain tidak benar.

"Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri."

- Jokowi.

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," lanjut dia.

Jokowi mengaku bersyukur bahwa mayoritas rakyat Indonesia menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa ditangani dengan baik.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh rakyat Indonesia terus bekerja keras dan cepat agar bisa segera keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi yang terjadi saat ini.

"Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan," tutup Jokowi.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.