Jokowi: Jangan Sampai Polri Dianggap Lemah, Urusan Judi Online, Bersihkan!

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada Pati Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres Se-Indonesia, Jumat (14/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada Pati Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres Se-Indonesia, Jumat (14/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden RI, Joko Widodo, turut menyoroti soal kasus judi online saat memberikan pengarahan kepada Pati Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres dari seluruh Indonesia di Istana Negara pada Jumat (14/10).

Jokowi menyinggung sikap aparat yang menyebabkan penurunan dalam Indeks Kepercayaan Masyarakat (IKM). Dia mendesak agar mereka menegakkan hukum dengan tanggap untuk memperbaikinya.

"Jangan sampai pemerintah dianggap lemah. Jangan sampai juga Polri dianggap lemah. Saya sudah perintahkan kepada Kapolri urusan judi online, bersihkan," jelas Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden RI yang diunggah pada Sabtu (15/10).

"Dan penegakan hukum untuk yang berkaitan dengan narkoba. Ini yang akan nanti bisa mengangkat kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri," sambungnya.

Anggota Polri saat mendapat arahan dari Presiden Jokowi, Jumat (14/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Polri sempat menduduki peringkat teratas dalam IKM dengan nilai 80,2 persen pada November 2021 berkat membantu vaksinasi COVID-19. Segala kontroversi kemudian membuat pandangan masyarakat terhadap Polri menurun drastis hingga 54 persen pada Agustus.

Jokowi lantas meminta mereka untuk memiliki kesadaran terhadap krisis yang melanda dunia. Sebab, seluruh negara di dunia sedang menghadapi krisis berlapis yang melemahkan ekonomi global.

Dia mengatakan, 66 negara di dunia bahkan tengah berada dalam posisi rentan. Jokowi menambahkan, hingga 345 juta orang di 82 negara pun sudah mulai menderita kekurangan pangan akut.

Jokowi meminta agar anggota Polri tidak mengincar gaya hidup mewah. Termasuk merasa gagah dengan menyombongkan motor gede, sehingga mengganggu persepsi masyarakat terhadap Polri.

Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada Pati Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres Se-Indonesia, Jumat (14/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Jokowi mengatakan, pola interaksi sosial telah berubah berkat teknologi. Memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi, masyarakat luas pun semakin kritis dalam menanggapi Polri.

Menurut Jokowi, Polri justru seharusnya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membantu penegakan hukum.

"Kalau ada sebuah peristiwa itu segera dirancang komunikasinya yang baik. Komunikasi publik itu penting banget. Jangan terlambat. Jangan lambat sehingga kalau muncul nanti kalau lambat itu muncul isu-isu yang lain," ujar Jokowi.