Jokowi ke Singapura: Jadi Pembicara Bloomberg Economy Forum-Temui Sejumlah Tokoh
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden ke-7 RI Jokowi terbang ke Singapura sejak Selasa (18/11). Jokowi terbang dalam rangka menjadi pembicara di acara Bloomberg Economy Forum.
Jokowi mengisi forum internasional ini karena ia didapuk menjadi salah satu Dewan Penasihat Bloomberg. Jokowi akan berpidato pada Jumat (21/11) besok.
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, menyebut Jokowi terbang ke Singapura hanya didampingi oleh dirinya dan beberapa ajudan.
"Bapak Joko Widodo telah tiba di Singapura untuk menghadiri undangan Bloomberg New Economy Forum," kata Syarif kepada wartawan, Kamis (20/11).
Jokowi tiba di Singapura dengan tampilan sederhana tanpa pengawalan ketat. Ia menggunakan kemeja putih khasnya disertai topi putih.
Syarif menyebut, acara ini berlangsung sejak Rabu (19/11) dibuka langsung CEO Bloomberg L.P. Michael Bloomberg. Jokowi baru akan berpidato pada besok.
"Bapak menghadiri pembukaan Bloomberg New Economy Forum di hari pertama (Rabu). Bapak diberikan kesempatan untuk memberikan pidato pada hari Jumat," jelas Syarif.
Temui Pengusaha hingga Tokoh Dunia
Syarif menuturkan, di sela forum ini, Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh dunia.
Mereka di antaranya yakni Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) dari Franklin Templeton, Jenny Johnson, dan Eks Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Marie Raimondo.
"Di sela-sela kegiatan, Bapak menerima audiensi dari Jenny Johnson dan di akhir kegiatan hari pertama Bloomberg New Economy Forum, Bapak menerima audiensi dari Gina Marie Raimondo," kata Syarif.
Sementara pada hari ini, Jokowi bertemu dengan Menteri Senior Singapura sekaligus eks PM Singapura Lee Hsien Loong.
"Bapak Joko Widodo bertemu dengan Menteri Senior Singapura, Lee Hsien Loong pada pagi hari ini di Hotel Raffles, Singapura," kata Syarif.
"Pertemuan berlangsung hangat dan tampak keduanya sambil menikmati sarapan bersama," tutur dia.
Sekilas Bloomberg Economy Forum
Bloomberg New Economy Forum 2025 mengusung tema 'Thriving in an Age of Extremes'. Acara ini mempertemukan sekitar 500 pemimpin global dari sektor publik dan swasta.
Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai perubahan besar dalam ekonomi dunia, termasuk perkembangan pesat kecerdasan buatan, bangkitnya proteksionisme hingga tensi geopolitik yang makin tajam.
Isu-isu lain seperti disrupsi teknologi, transisi energi, dinamika keuangan, terobosan medis, risiko iklim, dan perombakan rantai pasok juga akan menjadi fokus utama pembahasan.
Sejumlah tokoh dunia telah menjadi bagian dari forum ini pada tahun sebelumnya seperti Christine Lagarde, Bill Gates, Janet Yellen, Ray Dalio hingga Demis Hassabis dan John Kerry.
