Jokowi ke Terawan soal Pasien Corona: Jangan Semua yang Sakit Dirawat di RS

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo tinjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo tinjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Penyebaran virus corona di Indonesia kian meningkat. Bahkan, dari hari ke hari terjadi lonjakan pasien positif yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Presiden Jokowi pun meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatur dengan baik penanganan pasien terjangkit virus corona.

Presiden Jokowi memimpin ratas melalui sambungan video di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Jokowi ingin pasien yang memiliki gejala ringan tidak dirawat di rumah sakit. Sebab, rumah sakit hanya khusus menampung pasien yang memiliki gejala berat.

Sebagai gantinya, pasien dengan gejala ringan bisa dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kemudian mengenai manajemen penanganan pasien. Ini saya minta juga ke Menkes agar betul-betul diatur. Jangan semua masuk ke rumah sakit yang ada, tapi tentu saja yang ringan, yang sedang akan lebih baik kalau dibawa ke Wisma Atlet," kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama menterinya secara virtual, Senin (13/4).

"Ini yang semua rumah sakit harus tahu. Kemudian yang perlu penanganan intensif bisa dibawa ke rumah sakit yang ada," ujarnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Bahkan, menurut Jokowi, ada alternatif lainnya untuk pasien yang memiliki gejala ringan yaitu dengan melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

"Kalau yang tidak perlu penanganan intensif bisa dirawat di rumah dengan isolasi mandiri," ujarnya.

Diketahui, sudah ada 4.241 kasus pasien terjangkit COVID-19. Sementara itu, jumlah pasien sembuh mencapai 359 dan pasien yang meninggal sebanyak 373.

Cara Isolasi Mandiri. Foto: kumparan

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!