Jokowi: Kita Harus Punya Ketahanan karena Corona Tidak Selesai Sebulan 2 Bulan

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
zoom-in-whitePerbesar
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan

Lonjakan kasus corona mengancam di depan mata setelah diakui Presiden Jokowi ada 1,5 juta orang yang tetap mudik, meski sudah ada larangan tanggal 6-17 Mei 2020.

Dalam pengarahan kepada kepala daerah, Jokowi meminta mereka memastikan kesiapan sarana dan prasarana menghadapi kenaikan corona. Sebab, pandemi tak akan berakhir dalam waktu dekat.

"Kita harus memiliki ketahanan, memiliki endurance karena tidak mungkin selesai dalam waktu sebulan dua bulan," ucap Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5).

"Hati-hati gelombang kedua, gelombang ketiga, di negara-negara tetangga kita sudah juga mulai melonjak drastis."

- Jokowi

Jokowi mengkhawatirkan lonjakan kasus corona karena ada 1,5 juta orang yang lolos mudik meski ada larangan 6-17 Mei, belum lagi lonjakan di tempat wisata pada musim lebaran.

Infografik Cara Cek Alat Swab Antigen Baru. Foto: Tim Kreatif kumparan

"Kita berharap meskipun saya melihat kemarin di tempat wisata juga ramai. Mudik tadi saya sampaikan 1,5 juta, kita berharap kasus aktifnya, kita tidak ingin sebesar pada tahun-tahun lalu," tuturnya.

Jokowi mengungkap kasus corona di Indonesia mencapai puncaknya pada 5 Februari dengan angka kasus aktif 176 ribu. Kemudian melandai hingga saat ini.

"Sekarang kasus aktif itu sudah turun menjadi 90.800, turun 48 persen. Penurunannya sekali lagi 48 persen. Ini yang harus terus kita tekan agar semakin turun, semakin turun, semakin turun," pungkasnya.

embed from external kumparan