Jokowi: Kita Punya 231 Waduk, Tiongkok Sudah 110 Ribu

Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kubu Moeldoko di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).
Dalam acara ini, Jokowi sekaligus menerima pernyataan dukungan politik dari para pengurus HKTI kubu Moeldoko. Sekadar diketahui, HKTI kubu lainnya dipimpin Fadli Zon yang merupakan pendukung capres Prabowo Subianto.
Dalam pidato pembukaan, Jokowi memaparkan keberhasilan pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan pada masa pemerintahannya. Salah satunya dengan pembangunan 231 waduk.
"Saya senang sekali sekarang irigasi, tadi sudah disampaikan Pak Moel (Moeldoko), embung baik dari PUPR pertanian atau dana desa. Ini akan semakin terlihat ini masih proses. Namanya jalan produksi di sawah-sawah bendungan, waduh akan semakin kelihatannya," kata Jokowi.
"Kita total sekarang sampai 2015 lalu kita memiliki 231 bendungan dan waduk. Itu sudah 70 tahun. Ini ditambah 65 yang baru. Namun memang ada yang sudah selesai. Tahun 2018 selesai 8, dan tahun ini akan tambah," lanjutnya.
Jokowi membandingkan keberhasilan China yang sudah berhasil membangun sebanyak 110 ribu waduk.
"Tapi kalau dibandingkan, contoh Tiongkok memiliki waduk 110 ribu. Kita hanya 231 saja. Bandingkan, bayangin. Artinya waduk kita kurang," jelasnya.
Tak hanya itu, dengan 231 waduk yang saat ini sudah terbangun, hanya mampu mengairi 11 persen lahan. Hal ini mempersulit tercapainya swasembada pangan.
"Saya hitung suplai ke sawah dan kebun hanya 11 persen. 231 waduk baru mengairi 11 persen lahan. Kalau 65 unit rampung itu baru mengairi 20 persen. Jangan bayangkan swasembada kalau ini belum selesai. Kita harus berani investasi di sini," ujarnya.
"Hasilnya memang tidak langsung dipetik. Inilah proses yang terus kita lakukan. Saya meyakini kalau waduk semakin banyak. Irigasi primer dan sekunder, tersier bisa dilakukan," ujarnya.
