Jokowi: Krisis Hanya Bisa Selesai Jika Ada Kemauan Politik di Myanmar
·waktu baca 2 menit

Krisis di Myanmar disinggung Jokowi saat menyampaikan pidato pada HUT ke-56 ASEAN, Selasa (8/8). Myanmar diguncang krisis setelah kudeta pemerintahan sipil pada 2021 lalu.
Jokowi mengatakan, sebagai ketua ASEAN pada 2023 ini Indonesia akan membantu Myanmar mencari jalan keluar dari krisis, lewat lima poin konsensus yang disepakati pada 2021 lewat KTT darurat di Jakarta.
Lima poin konsensus itu berisi:
-Segera mengakhiri kekerasan di negara ini;
-Dialog antara semua pihak terkait;
-Penunjukan utusan khusus;
-Pemberian bantuan kemanusiaan oleh ASEAN;
-Kunjungan utusan khusus blok tersebut ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak.
"Upaya ASEAN membantu Myanmar masih dilakukan melalui five point consensus. Situasi ini hanya dapat diselesaikan jika ada kemauan politik di Myanmar," papar Jokowi.
Jokowi turut memastikan Indonesia yang akan menggelar KTT ke-43 ASEAN di Jakarta pada September mendatang siap membentuk fondasi kuat. Itu ditujukan agar ASEAN dapat menghadapi berbagai tantangan dan dinamika.
"Bulan depan KTT ke-43 akan diselenggarakan. Sebagai ketua Indonesia ingin meletakkan fondasi yang kuat tanggap terhadap dinamika dan tetap memegang peran sentral," jelas Jokowi.
Dua tahun berlalu setelah krisis, kondisi di Myanmar masih belum kondusif. Bahkan penguasa Myanmar, junta militer, mengumumkan penundaan pemilu.
Data dari beberapa lembaga independen menyebut, sejak kudeta sebanyak 33 ribu lebih orang terbunuh akibat kekerasan yang disebabkan perang saudara.
