Jokowi Minta Antisipasi Bencana Alam: Saya Takutkan Musim Kering Akan Panjang

Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, pada 11 Oktober. Jokowi meminta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk mengantisipasi potensi bencana alam.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, saat ini kondisi alam tidak menentu dan berdampak pada terjadinya cuaca ekstrem. Menurutnya, beberapa negara dunia sudah dilanda berbagai bencana akibat cuaca ekstrem.
"Antisipasi potensi bencana alam karena cuaca ekstrem harus juga dihitung, gelombang panas, banjir bandang di Pakistan, badai di Florida, kekeringan panjang di Afrika Kenya," kata Jokowi.
"Kita lihat semuanya itu harus menjadi bahan kita evaluasi. Kita jangan sampai tidak punya persiapan untuk hal-hal seperti ini," tambah dia.
Eks Wali Kota Solo itu telah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk mempersiapkan dan mulai memetakan titik pompa air. Sebab sudah mulai masuk musim penghujan.
"Saya sudah perintahkan ke Menteri PU kemarin meskipun sekarang hari hujan, tapi yang namanya persiapan titik-titik pompa yang harus dibangun itu harus di mana kira-kira air itu ndak ada, di mana yang namanya gelombang panas kering itu nanti," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengaku dirinya takut karena Indonesia sudah tiga tahun dilanda musim basah. Ia meyakini ke depan bakal ada potensi kemarau panjang.
"Yang saya takutkan adalah ini kita sudah mendapatkan hampir 3 tahun, musim basah, musim basah panjang. Yang saya takutkan ada nanti musim kering juga yang panjang," kata Jokowi.
"Tapi kalau kita sudah punya siap-siap embungnya, diperbanyak yang kecil-kecil ndak usah, bukan bendungan DAM dan lain-lain urusan kecil pompa di desa-desa urusan embung yang kecil-kecil itu segera disiapkan secara cepat. Sekali lagi persiapan mitigasi bencana itu harus," tutup dia.
