Jokowi Minta BOR RS Dinaikkan: Banyak yang Kelihatan Tinggi Padahal Baru 20%

19 Juli 2021 23:21 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
petugas kesehatan merawat pasien corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
petugas kesehatan merawat pasien corona di ruang ICU di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
ADVERTISEMENT
Kenaikan kasus virus corona berimbas pada tingginya keterisian tempat tidur untuk pasien corona di rumah sakit rujukan. Melihat situasi ini, Presiden Jokowi meminta kepala daerah untuk mengawasi betul kapasitas okupansi tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Bahkan, Jokowi meminta untuk menaikkan BOR rumah sakit yang masih dimungkinkan.
"Cek kapasitas BOR-nya karena masih banyak kapasitas RS yang bisa dinaikkan untuk COVID," kata Jokowi dalam rekaman video yang baru diunggah di YouTube Setpres Senin (19/7) malam.
Jokowi meminta rumah sakit rujukan COVID-19 di daerah untuk meningkatkan ketersedian BOR 20-30 persen, atau bisa 40-50 persen seperti di DKI Jakarta.
Petugas menyiapkan peralatan kesehatan untuk pasien COVID-19 di ruang IGD RSPJ Ekstensi Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Senin (19/7/2021). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
"Saya lihat berapa daerah RS masih pasang angka 20-30 persen dari kemampuan bed yang ada, ini bisa dinaikkan. Bisa 40 seperti di DKI sampai 50 yang didedikasikan kepada COVID ini," ujarnya.
Agar bisa mengambil keputusan yang tepat, Jokowi mengingatkan kepala daerah harus paham betul kapasitas rumah sakit di wilayahnya masing-masing. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tidak salah.
ADVERTISEMENT
"Kepala daerah harus tahu kapasitas berapa dan diberikan berapa kepada COVID. Kalau enggak, nanti kelihatan RS BOR-nya sudah tinggi padahal baru dipakai 20 persen, banyak yang seperti itu," tandasnya.