Jokowi Minta BPPT hingga Luhut Akuisisi Teknologi Maju: Jangan Hanya Beli Jadi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan orasi kebangsaan untuk menyambut 9.068 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) secara virtual. Foto: UGM
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan orasi kebangsaan untuk menyambut 9.068 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) secara virtual. Foto: UGM

Presiden Jokowi meminta seluruh jajaran Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa mengakuisisi teknologi dari luar negeri. Jika ini bisa dipenuhi, BPPT dinilai mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern.

"BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari mana pun, sekali lagi BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari mana pun," kata Jokowi dalam Pembukaan Rakernas BPPT di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/3).

Jokowi mengatakan, akuisisi teknologi dari luar negeri sangat diperlukan apalagi jika Indonesia belum mempunyai teknologi yang lebih maju. Dengan adanya teknologi modern, maka perekonomian dalam negeri bisa ikut terbantu.

"Teknologi sekarang berjalan sangat cepat sekali dan teknologi yang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri. Jadi strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi kita," tambahnya.

kumparan post embed

Namun, eks Wali Kota Solo itu juga meminta agar Indonesia tidak hanya sekadar membeli teknologi dari luar negeri. Ia ingin Indonesia mampu menciptakan teknologi serupa dari hasil akuisisi tersebut.

"Sering kita hanya terima kunci, terima jadi, akhirnya berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa membuat teknologi itu," kata Jokowi.

"Jadi, jangan sekadar membeli mesin jadi, sekaligus bersama seluruh ahlinya," tambah dia.

Presiden Joko Widodo saat datang melayat ke mendiang Artidjo Alkostar di Masjid Ulil Albab, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Senin (1/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

Jokowi juga menekankan, harus ada pemindahan pengetahuan untuk menciptakan satu teknologi baru yang berguna bagi semuanya.

"Kita harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia, ini tolong digarisbawahi harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia yang melibatkan para teknologi di Indonesia. Sehingga transfer pengetahuan dan transfer pengalaman berjalan," ucap Jokowi.

Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan perintah ini bukan hanya untuk jajaran BPPT saja. Tetapi juga berlaku bagi jajaran kabinet lain seperti Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

"Perintah ini bukan hanya untuk BPPT tapi kepada seluruh jajaran kabinet, terutama para Menko Maritim dan Investasi dan kepada Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN dan juga Kepala BKPM," ujar Jokowi.

"Dengan kekuatan pasar raksasa yang kita miliki, dengan kekuatan pasar besar yang kita miliki dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kita punya leverage yang kuat, pikirkan betul cara cerdas untuk melakukan akuisisi teknologi ini secara murah," pungkasnya.