Jokowi Minta Evakuasi Korban Bencana NTT dan NTB Dipercepat

6 April 2021 10:08 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo berdialog dengan nelayan dan pedagang di Dermaga Huseka'a Hitu,  Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku,  Kamis (25/3). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo berdialog dengan nelayan dan pedagang di Dermaga Huseka'a Hitu,  Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku,  Kamis (25/3). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas terkait penanganan bencana di NTB dan NTT. Dalam arahannya, Jokowi meminta seluruh pihak terkait mulai dari Kepala BNPB, Basarnas, Panglima TNI, dan Kapolri mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan korban yang belum ditemukan.
ADVERTISEMENT
"Saya minta Kepala BNPB, Basarnas dibantu Panglima TNI dan Kapolri menambah tambahan personel sehingga dapat menjangkau berbagai wilayah, khususnya wilayah terluar untuk melancarkan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/4).
Jokowi juga meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Agar kebutuhan pengungsi mulai dapat segera disalurkan.
Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. Foto: Alfons Rianghepat/HO/ANTARA
"Untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Akses jalan juga segera pulihkan, jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan internet, distribusi logistik, dan BBM sehingga bantuan dapat disalurkan," tuturnya.
"Saya minta pada Menteri PUPR untuk mengerahkan alat-alat berat dari berbagai tempat dan jika jalur darat masih sulit ditembus, saya juga minta agar dipercepat pembukaan akses melalui laut dan udara," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sementara terkait kebutuhan pengungsi, Jokowi mengungkapkan bantuan yang sudah disalurkan sejak Minggu (4/4) kemarin masih belum bisa disalurkan ke masyarakat karena terhalang cuaca ekstrem. Untuk itu, ia meminta BNPB dan pemda setempat segera mendata titik pengungsian agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
"Saya minta BNPB dan pemda mendata titik-titik pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak, terutama air bersi dan MCK-nya," pungkasnya.