Jokowi Minta Para Kapolda Bantu Amankan Iklim Investasi Dalam Negeri

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Presiden Jokowi memanggil sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda) ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11). Jokowi menggelar pertemuan tertutup tersebut dalam rangka peningkatan pengamanan investasi dalam negeri.

Hadir dalam kesempatan tersebut seperti Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi hingga Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Muktiono.

Hadir Pula Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Fakhrizal dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Pertemuan diselenggarakan satu jam mulai pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. Kapolda Sumatera Utara Irjen pol Agus Andriarto menyebut Jokowi memerintahkan para Kapolda untuk menjaga dan mengawal investasi yang ada di dalam negeri.

"Lebih spesifik kepada untuk mendorong tumbuh kembangnya iklim investasi dan upaya mendorong pihak kepolisian dan penegak hukum diharap untuk membantu dan mendorong perkembangan ekonomi masyarakat," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Agus mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi di Rakornas Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di SICC, Sentul City, Rabu (14/11).

"(Ini) tindak lanjut lebih spesifik kepada penjelasan beliau lebih detail atas arahan pada saat rapat kerja nasional yang ada di Sentul kemarin," jelasnya.

Presiden Jokowi dalam sambutannya di SICC Rabu lalu berpesan kepada para pimpinan pemerintah daerah agar mempermudah perizinan bagi investor, terutama investasi yang berorientasi ekspor dan substitusi impor. Ia juga meminta kepolisian membantu pengamanan investasi dan ekonomi masyarakat.

Presiden Jokowi saat di KTT ASEAN, Bangkok, Thailand. Foto: Reuters

Hal ini amat penting untuk menggenjot penciptaan lapangan kerja, menekan impor, dan mengatasi defisit transaksi berjalan serta neraca perdagangan.

"Saya titip kepada daerah, kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata tanda tangan izinnya secepat-cepatnya. Urusan keamanan back up dari polres, agar muncul cipta lapangan kerja yang kita inginkan. Atau ada orang datang ini membangun pabrik substitusi impor, barang-barang yang saat ini masih impor dan mau bikin di sini, tutup mata dan tanda tangan secepat-cepatnya. Pembebasan lahan bantu sehingga current account defisit baik dan negara perdagangan baik," ujarnya.