Jokowi Minta Retno Percepat Lawatan di China, Hadiri Pertemuan OKI Bahas Gaza

19 Oktober 2023 10:13 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sidang luar biasa OKI di Jeddah atas prakarsa Arab Saudi membahas krisis Gaza akibat serangan Israel, Rabu (18/10/2023). Foto: OKI
zoom-in-whitePerbesar
Sidang luar biasa OKI di Jeddah atas prakarsa Arab Saudi membahas krisis Gaza akibat serangan Israel, Rabu (18/10/2023). Foto: OKI
ADVERTISEMENT
Menlu Retno Marsudi mempercepat lawatannya di China. Ia diperintahkan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Islam (OKI) di Jeddah untuk membahas krisis di Gaza.
ADVERTISEMENT
Pertemuan darurat itu digelar pada Rabu (18/10). Pekan lalu OKI menyatakan, pertemuan darurat itu digelar atas undangan Arab Saudi demi membahas eskalasi situasi di Gaza.
Retno mengatakan, pada pekan ini dirinya dijadwalkan mendampingi Presiden Jokowi pada KTT Belt and Road Forum di Beijing.
Menlu Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian di Jeddah, Rabu (18/10/2023) di sela hadiri sidang luar biasa OKI. Foto: Twitter/@Menlu_RI
"Keberadaan saya di Beijing terpaksa dipersingkat," kata Retno pada konferensi pers virtual pada Rabu (18/10).
"Bapak Presiden perintahkan saya untuk menghadiri Pertemuan Luar Biasa Tingkat Menteri Luar Negeri OKI untuk membahas situasi yang semakin memburuk di Gaza," jelas Retno.
"Pertemuan OKI di Jeddah ini sangat penting artinya untuk memperkokoh kesatuan posisi OKI dalam meng-address situasi di Gaza yang semakin memprihatinkan," ungkap Retno.
Retno mengatakan, pada pertemuan darurat itu Indonesia tetap pada sikapnya meminta eskalasi kekerasan di Gaza dihentikan.
ADVERTISEMENT
"Pesan yang terus disampaikan Indonesia sangat jelas: stop eskalasi, fokus pada masalah kemanusiaan, dan selesaikan akar masalah sesuai parameter internasional yang telah disepakati," kata Retno yang juga sempat melakukan pertemuan dengan Menlu Iran dan Menlu Kuwait selama di Jeddah ini.

DK PBB Tak Mampu Jalankan Fungsi

Retno juga menyinggung Dewan Keamanan PBB yang tak mampu menjalankan fungsinya.
“Mengingat Dewan Keamanan PBB tidak mampu menjalankan fungsinya, maka untuk mendapatkan dukungan internasional yang lebih kuat OKI harus mendesak Majelis Umum PBB untuk mengadakan emergency session,” kata Retno.
Indonesia juga meminta OKI untuk mendesak semua pihak yang relevan untuk menciptakan koridor kemanusiaan di Gaza, serta memastikan hukum kemanusiaan internasional dihormati.
Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers secara virtual, 19 Oktober 2023. Foto: Kemlu RI
Pasalnya, tindakan sepihak Israel yang memblokade akses listrik, air, dan bahan bakar minyak serta menghukum warga sipil, bertentangan dengan hukum internasional.
ADVERTISEMENT
Indonesia meminta OKI untuk mendesak kelanjutan proses perdamaian Israel-Palestina, guna mencapai solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mengatasi akar konflik.
Retno menegaskan bahwa perdamaian abadi tidak akan tercapai tanpa terpenuhinya hak bangsa Palestina.
Menlu Retno Marsudi melakkan pertemuan dengan Menlu Kuwait di sela sidang luar biasa OKI di Jeddah membahas krisis Gaza, Rabu (18/10/2023). Foto: Kemlu RI
“Di akhir pernyataan, Indonesia mengingatkan kembali bahwa OKI didirikan untuk membebaskan bangsa Palestina. Sekarang waktunya bagi OKI untuk bertindak dan kita harus bertindak bersama-sama,” ujar Retno.
“Indonesia tidak ingin melihat situasi Gaza sekarang ini digunakan oleh Israel dan negara-negara lain untuk menghilangkan isu Palestina dan hak-hak rakyat Palestina. Jangan biarkan Israel terus melanjutkan okupasinya di tanah Palestina,” tutur Retno.
ADVERTISEMENT
Indonesia telah menyampaikan kecaman keras atas serangan Israel terhadap fasilitas sipil, termasuk yang menargetkan RS Baptis Gaza hingga menewaskan sedikitnya 500 korban.
Dalam pertemuan OKI, Indonesia juga menyampaikan kecaman keras terhadap agresi terhadap warga sipil di Gaza dan seluruh wilayah pendudukan di Palestina
“Permintaan Israel untuk mengosongkan 22 rumah sakit di Gaza adalah sebuah tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional, dan harus diabaikan,” ujar Retno.
Sementara, OKI dalam pernyataannya menyesalkan negara-negara atau pihak-pihak yang mendukung agresi brutal Israel kepada Palestina.
Sidang darurat OKI di Jeddah atas prakarsa Arab Saudi membahas krisis Gaza karena serangan Israel, Rabu (18/10/2023). Foto: OKI