Jokowi Minta TGIPF Kanjuruhan Segera Beri Rekomendasi: Barangnya Kelihatan Semua
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi mengunjungi RSUD dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Rabu (5/10). Ia ingin menjenguk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan yang masih dirawat.
Selain itu, Jokowi ingin mengetahui secara langsung bagaimana situasi di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan terjadi hingga menewaskan 131 orang.
"Tadi saya juga berbincang-bincang dengan satu dua tiga empat pasien korban di Stadion Kanjuruhan untuk mengetahui situasi di malam pertandingan 1 Oktober yang lalu," kata Jokowi.
Jokowi telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) insiden Kanjuruhan. Tim itu diketuai Menko Polhukam Mahfud MD.
Jokowi menegaskan, agar TGIPF Kanjuruhan segera bekerja cepat dan mengungkap pelaku karena seluruh bukti sudah terlihat jelas.
"Kan sudah disampaikan oleh Menko Polhukam. Beliau minta satu bulan, tapi saya minta secepat-cepatnya, karena ini barangnya kelihatan semua kok, secepat-cepatnya," kata Jokowi.
"Itu nanti semuanya tim pencari fakta independen yang akan melihat fakta," tutup Jokowi.
Duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Korban tewas berjatuhan usai laga Arema vs Persebaya di pekan ke-11 Liga 1, Sabtu (1/10) malam WIB di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Insiden bermula saat sejumlah Aremania menyerbu lapangan setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir. Kerusuhan berubah menjadi kepanikan usai polisi melepaskan tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Padahal, cara menanggulangi kerusuhan suporter dengan gas air mata sebenarnya dilarang oleh FIFA. Hal ini tertuang dalam pasal 19 aturan FIFA menyoal Stadium Safety and Security Regulations.
