Jokowi: Pandemi COVID-19 Belum Berlalu, tapi Indonesia Mampu Kendalikan

10 Januari 2021 17:17 WIB
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi menegaskan pandemi COVID-19 di tanah air belum berakhir. Meski demikian, ia yakin Indonesia mampu mengendalikan pandemi ini, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Walaupun pandemi belum berlalu, tetapi kita bersyukur bahwa kita termasuk negara yang mampu mengelola tantangan ini," kata Jokowi dalam sambutannya di peringatan HUT ke-48 PDIP secara virtual, Minggu (10/1).
Jokowi yakin penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara beriringan. Hal ini, kata dia, harus terus menerus dijaga.
"Penanganan kesehatan yang bisa dikendalikan dengan terus meningkatkan kewaspadaan dan juga pertumbuhan ekonomi yang sudah naik kembali sejak kwartal ketiga tahun lalu meskipun pada kondisi minus. Keseimbangan inilah yang harus terus menerus kita jaga" tuturnya.
Petugas melakukan bongkar muat vaksin corona Sinovac saat tiba di gudang vaksin (cold room) milik Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Senin (4/1). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lalu berbicara mengenai program vaksinasi yang akan segera dimulai. Namun, dengan catatan, izin penggunaan darurat dari BPOM sudah keluar.
"Dan kami masih menunggu keputusan BPOM. Mungkin minggu depan ini segera terbit dan vaksinasi segera juga kita mulai," ungkap Jokowi.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, Jokowi mengingatkan bukan berarti dengan adanya vaksin lalu protokol kesehatan diabaikan. Ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol COVID-19.
"Walaupun imunisasi vaksinasi sudah dimulai, saya ingin titip kepada kita semua agar yang namanya protokol kesehatan harus disiplin kita jalankan," tegasnya.
Jokowi juga mengungkapkan minggu depan akan datang sebanyak 15 dosis vaksin dalam bentuk bahan baku. Jumlah itu menyusul 3 juta dosis yang sudah tiba sebelumnya.
"15 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku, vaksin tersebut kurang lebih sudah terdistribusi ke daerah-daerah dan rencanannya vaksin ini akan kita gunakan untuk 1,6 juta tenaga kesehatan, tenaga media yang tersebar di 34 provinsi sebagai prioritas vaksinasi awal," urai Jokowi.
Setelah tenaga kesehatan, yang akan berikutnya divaksinasi adalah TNI-Polri, guru, dan masyarakat. Setiap bulan akan terus datang dosis vaksin hingga mencapai total yang dibutuhkan Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Tentu jumlah vaksin ini tidak akan berhenti di situ saja. Setiap bulan nanti akan datang lagi pengiriman-pengiriman vaksin dan hingga akhir tahun ini total yang akan kita terima kurang lebih 426 juta vaksin," pungkasnya.