Jokowi: Pembubaran-Pembentukan Prodi Sulit, Jangan Nyalah-nyalahin Kementerian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai pembangunan Ibu Kota Nasinal (IKN), di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/3/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Pesiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas mengenai pembangunan Ibu Kota Nasinal (IKN), di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/3/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menghadiri Dies Natalis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Jokowi mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Perubahan itu, menurut Jokowi, juga harus dimulai dari kampus. Ia menilai program Kemendikbud 'Kampus Merdeka' sudah tepat dalam pengembangan SDM.

“Mahasiswa bisa belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Kampus yang mengarahkan. Saya senang mahasiswa sekarang bisa belajar di industri, satu semester. Artinya apa? Industri menjadi bagian dari universitas. Ada matching fund yang dibiayai oleh kementerian,” kata Jokowi, Jumat (11/3).

“Ada target 10 ribu praktisi dari industri yang ditarik ke kampus. Ini nanti akan men-trigger perubahan-perubahan itu,” beber mantan Wali Kota Solo ini.

Menurut Jokowi, saat ini mungkin program studi hanya bisa relevan dalam 5 tahun. Sebab, perubahan zaman sungguh cepat terjadi, sehingga ada program studi yang tak lagi relevan dengan adanya perubahan tersebut. Bahkan, ia mencontohkan, bisa saja sebuah ilmu relevan untuk semester ini, tapi semester depan sudah tak relevan lagi.

Namun, ia mengingatkan, masih ada program studi (prodi) yang masih relevan meski sudah berusia 30 tahun.

Jokowi lalu menyinggung soal pembubaran dan pembentukan program studi di kampus yang mau tak mau dilakukan demi beradaptasi dengan perubahan zaman.

Diskusi mahasiswa Foto: Dok. ITS

“Pembubaran program studi sulit. Sulit. Saya sudah mendengar dari beberapa universitas, sulit. Saya belum mendengar dari UNS. Pembentukan program studi juga sulit. Padahal setahu saya kewenangannya sudah didelegasikan kepada perguruan tinggi BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Betul, Pak Rektor?" tegas Jokowi, bertanya kepada Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho.

"Sudah didelegasikan, loh. Jangan nyalah-nyalahin kementerian,” tandasnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta agar kampus turut serta secara aktif menjawab tantangan Indonesia di masa depan. Salah satunya dengan mengelola program studi dengan baik.

Ia menemukan masih banyak program studi yang sudah tak relevan tapi masih belum dibubarkan.

“(Prodi) Yang lama tidak dibubarkan, yang sudah jadul tidak dibubarkan, yang baru juga enggak dibentuk. Ini tantangan-tantangan kita dalam rangka menyiapkan SDM Indonesia,” tandas Jokowi.

Hadir mendampingi Jokowi antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.