Jokowi: Penyekatan tapi Saya Lihat Masih Ramai, Kita Perlu Evaluasi
·waktu baca 1 menit

Sejumlah ruas jalan ditutup dan disekat selama PPKM Darurat untuk menekan mobilitas masyarakat saat pandemi corona. Namun sayangnya, lalu lintas masih terpantau ramai, khususnya di titik menjelang penyekatan.
Kondisi ini turut disoroti Presiden Jokowi. Ia mencontohkan jalanan di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang masih ramai pada pagi dan malam hari.
"Yang berkaitan dengan mobility indeks, mobilitas Indonesia, kita telah melakukan penyekatan-penyekatan tapi kalau saya lihat malam juga pagi tadi, saya ke Pulo Gadung, tadi saya lihat masih cukup ramai. Tadi malam saya ke Kampung (Sunter) juga ramai banget," ujar Jokowi dalam video pembukaan ratas PPKM Darurat, Jumat (16/7) kemarin.
Video ini baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden pada hari ini, Sabtu (17/7).
Jokowi pun meminta ada evaluasi terkait penyekatan kendaraan dan kaitannya dalam menekan laju kasus penularan corona. Ia meminta ada strategi yang tepat untuk menekan keramaian di jalanan meski sudah ada penyekatan.
"Artinya penyekatan ini mungkin kita perlu evaluasi. Apakah efektif juga menurunkan kasus? Karena ini yang terkena ini, sekarang ini, banyak yang di keluarga-keluarga," jelasnya.
"Atau ada strategi lain yang mungkin bisa kita intervensikan ke sana. Sekali lagi tolong ada kajian yang lebih detail mengenai penyekatan ini," imbuhnya.
Jokowi juga mengingatkan aparat untuk mengedepankan sikap tegas namun santun dalam penyekatan dan pembatasan aktivitas masyarakat. Ia tak ingin ada lagi gesekan antara masyarakat dan aparat saat penegakan PPKM Darurat.
"Hati-hati dalam menurunkan mobility indeks mengenai penyekatan dan penanganan terhadap masyarakat, pedagang, PKL, toko, saya minta kepada Polri dan juga nanti Mendagri, kepada daerah agar jangan keras dan kasar, (tapi) tegas dan santun," imbaunya.
Sambil sosialisasi memberikan ajakan-ajakan sambil bagi beras, itu mungkin bisa sampai pesannya.
-Presiden Jokowi.
