Jokowi Perintahkan Kapolri dan Panglima Padamkan Titik Api Atasi Karhutla

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi memberi arahan kepada peserta PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV 2023 Lemhannas RI di Istana Negara, Rabu (4/10/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memberi arahan kepada peserta PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV 2023 Lemhannas RI di Istana Negara, Rabu (4/10/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menanggapi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang membuat Malaysia mengirimkan surat kepada Indonesia. Jokowi mengatakan karhutla terjadi karena musim kemarau yang panjang.

"Iya, ini memang panasnya itu, panasnya memang kemaraunya itu memang panjang dan panasnya memang melebihi dari normal yang ada," kata Jokowi di Istora, Senayan, Sabtu (7/10).

Jokowi sudah menginstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk memadamkan titik api agar tidak semakin melebar.

"Tetapi memang yang kebakaran pasti mengeluarkan asap, asapnya itu kalau kena angin itu bisa ke mana mana," tuturnya.

Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Lahat berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Ibul I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Rabu (30/8/2023). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

"Yang terpenting saya sudah perintah kepada Panglima dan Kapolri dan Pemda untuk segera menangani sekecil apacpun titik api sehingga tidak membesar," sambung Jokowi.

Menurutnya, permasalahan karhutla tidak hanya terjadi Indonesia. Hal serupa saat ini juga terjadi di AS dan Kanada.

"Tidak hanya di Indonesia kebakaran hutan itu terjadi, di AS, di Kanada, dan kita di sini bisa mengendalikan lah. Coba bandingkan dengan 2015, masih jauh sekali," tutup dia.