Jokowi, Presiden Ke-7 RI yang Akan Bangun Istana Ke-7 di Papua

Sejumlah perwakilan tokoh adat Papua dan Papua Barat menyampaikan aspirasi ke Presiden Jokowi saat bertemu di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/9). Salah satunya adalah pembangunan Istana di bumi cenderawasih agar Jokowi bisa ngantor di sana.
Usulan membangun Istana Kepresidenan di Papua itu pun disetujui Jokowi. Presiden ke-7 RI itu berencana membangun Istana Kepresidenan di Papua mulai tahun depan.
"Istana, ini kan yang sulit tanahnya. Ini tanahnya tadi disediakan 10 hektare, gratis. Benar sudah ada? Nanti kalau disampaikan hari ini, de facto sudah diserahkan, saya diskusi dulu dengan para menteri. Jadi mulai tahun depan Istana ini akan dibangun," kata Jokowi di lokasi.
Apabila terwujud, Istana Kepresidenan di Papua menjadi Istana Kepresidenan ke-7. Berikut enam Istana Kepresidenan yang saat ini telah ada:
1. Istana Negara
Istana Negara terletak di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, menghadap ke Sungai Ciliwung. Istana ini awalnya merupakan kediaman pribadi seorang warga negara Belanda yang bernama J.A. van Braam. Bangunan tersebut dibangun pada tahun 1796 sampai dengan tahun 1804.
Namun, pada tahun 1816 bangunan itu diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda. Setelah proklamasi kemerdekaan, Istana Negara menjadi saksi sejarah atas penandatanganan naskah Persetujuan Linggajati pada Selasa, 25 Maret 1947.
Lingkungan Istana Negara meliputi beberapa bangunan lain, yaitu Kantor Presiden, Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, dan Museum Istana Kepresidenan. Istana Negara berada dalam satu kompleks dengan Istana Merdeka.
Istana Negara berfungsi untuk kegiatan resmi kepresidenan, yaitu sebagai kantor Presiden. Istana tersebut menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, hingga tempat jamuan kenegaraan.
2. Istana Merdeka
Istana Merdeka yang diarsiteki Drossares dibangun pada tahun 1873 hingga 1879. Bangunan yang terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional ini masih sekompleks dengan Istana Negara.
Bangunan Istana Merdeka dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda yang kala itu menganggap bangunan Istana Negara kurang memenuhi syarat keperluan. Bangunan tersebut waktu itu dikenal dengan nama Istana Gambir.
Fungsi Istana Merdeka berubah-ubah pada setiap masa, mulai dari tempat tinggal presiden hingga tempat menerima tamu negara. Presiden yang betul-betul tinggal di Istana Merdeka adalah Presiden pertama Soekarno, Presiden keempat Abdurrahman Wahid, dan Presiden ketujuh Joko Widodo sebelum akhirnya berpindah ke Istana Bogor.
3. Istana Bogor
Istana Kepresidenan Bogor terletak di Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat. Pembangunan Istana Bogor di zaman Hindia-Belanda ini memakan waktu yang panjang.
Pembangunan dimulai dari tahun 1745 pada masa Gubernur Jenderal Belanda G.W. Baron van Imhoff. Bangunan itu awalnya merupakan pesanggrahan yang diberi nama Buitenzorg yang artinya bebas masalah/kesulitan.
Pembangunan pun berlanjut secara bertahap hingga masa Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montager pada tahun 1856-1861. Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan sebagai kediaman resmi para Gubernur Jenderal Belanda.
Istana Kepresidenan Bogor memiliki 37 bangunan. Pada Mei 2015, Presiden Jokowi bersama keluarga memutuskan menempati Istana Bogor sebagai tempat tinggal, tepatnya di Pavilion Dyah Bayurini.
4. Istana Cipanas
Istana Cipanas terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Istana Cipanas dibangun sebagai tempat peristirahatan dan persinggahan.
Bangunan itu awalnya dibangun pada tahun 1740 oleh, seorang tuan tanah Belanda bernama Van Heots. Istana Cipanas mengalami pembaharuan secara bertahap, tahun 1916 hingga tahun 2003 di era Presiden kelima Megawati Soekarnoputri.
Arsitektur Istana Cipanas berbeda dari Istana Kepresidenan lainnya. Bangunan Istana Cipanas tidak terkesan megah, tetapi anggun dan bergaya tradisional karena sebagian besar bangunan terbuat dari papan dan kayu.
5. Istana Yogyakarta atau Gedung Agung
Istana Kepresidenan Yogyakarta atau yang terkenal dengan julukan Gedung Agung terletak di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. Bangunan yang tak jauh dari Keraton Yogyakarta tersebut awalnya merupakan kediaman resmi seorang residen di Yogyakarta.
Gedung itu didirikan pada bulan Mei 1824 di masa penjajahan Belanda. Akan tetapi, 10 Juni 1867, bangunan Gedung Agung runtuh karena dua gempa besar yang melanda Yogyakarta. Pembangunan Gedung Agung pun kemudian dilakukan pada tahun 1869.
Sejak awal didirikan, Istana Kepresidenan Yogyakarta tidak banyak berubah. Namun Gedung Agung menjadi saksi penting tatkala pemerintahan dan Ibu Kota Indonesia berhijrah dari Jakarta ke Yogyakarta.
Gedung Agung berubah menjadi Istana Kepresidenan, rumah kediaman Presiden Soekarno beserta keluarganya. Salah seorang putri Presiden pertama RI Soekarno, yaitu Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, lahir di Gedung Agung pada 23 Januari 1947.
6. Istana Tampaksiring
Istana Tampaksiring saat ini merupakan satu-satunya Istana Kepresidenan yang dibangun setelah Kemerdekaan Indonesia. Pembangunannya dimulai tahun 1957 sampai dengan tahun 1960.
Presiden pertama Sukarno membangun Istana Tampaksiring di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Fungsi Istana Tampaksiring adalah tempat peristirahatan Presiden RI beserta keluarga dan tamu Negara.
Pada tahun 2003, untuk menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV (ASEAN Summit XIV), ada penambahan bangunan di Istana Tampaksiring. Yaitu gedung untuk konferensi dan untuk resepsi, serta Balai Wantilan sebagai gedung pergelaran kesenian.
