Jokowi: Rakyat Butuh Pemimpin yang Tak Banyak Bicara
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi mengungkap kriteria pemimpin yang ideal untuk meneruskan kepemimpinannya. Salah satunya, pemimpin harus tak banyak bicara, melainkan lebih banyak kerja.
"Rakyat butuh pemimpin yang tidak banyak bicara tapi banyak kerja. Yang mau bekerja untuk rakyatnya, yang mau bekerja untuk bangsanya, yang mau bekerja untuk negaranya," kata Jokowi dalam sambutannya di Rakernas Projo di Indonesia Arena, Sabtu (14/10).
Ia menambahkan, pemimpin itu juga harus bernyali besar. Tidak mudah menyerah karena tantangan ke depan makin kompleks.
"Pemimpin yang tidak gampang menyerah. Ditekan enggak takut, ditekan enggak mundur. Kita butuh pemimpin bernyali besar karena tantangan kita hadapi makin kompleks," jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan ke depan yang paling nyata adalah perubahan iklim. Salah satunya membuat ketahanan pangan dan keberadaan pulau-pulau kecil terancam.
"Hari Selasa dan Rabu saya datang ke KTT AIS di Bali, 34 negara hadir. Negara-negara pulau dan kepulauan. Apa yang dibicarakan? Itu banyak sudah pulau pulau mereka itu tenggelam gara gara perubahan iklim. Meskipun ini negara negara dengan penduduk puluhan ribu ratusan ribu. Tapi dampaknya sudah mereka rasakan langsung, pulaunya banyak yang sudah hilang," urai dia.
"Artinya bukan hanya energi, pangan bermasalah, tapi karena perubahan iklim pulau pulau kecil di Indonesia akan tenggelam karena permukaan laut naik," tutupnya.
