Jokowi Resmikan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Bali
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi meresmikan Kawasan Suci Pura Agung Besakih di Bali yang penataannya telah rampung. Menurutnya, Pura Agung Besakih harus dijaga dan dirawat karena menjadi salah satu pura yang dikunjungi umat Hindu untuk beribadah.
"Kedatangan umat dan pengunjung tanpa diimbangi dengan penataan, tanpa ada antisipasi ke depan akan timbul kesemerawutan dan timbul ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, saya perintahkan ke Pak Menteri PUPR untuk melakukan penataan di Pura Besakih ini bersama dengan Gubernur Provinsi Bali," kata Jokowi, Senin (13/3).
Jokowi mengungkapkan, penataan dilakukan di dua area, yaitu Becingah dan Manikmas, dengan tujuan menambah infrastruktur pendukung agar masyarakat dan umat Hindu semakin nyaman beribadah dan Pura Besakih terjaga kesuciannya.
"Hadirin yang saya hormati, membangun fasilitas yang bagus dan megah lebih mudah dari mengelola dan merawat. Untuk itu, saya benar ingin titip agar fasilitas yang sudah dibangun pemerintah pusat dan pemerintah provinsi ini dengan dana yang sangat besar harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan pengelolaan yang profesional," ungkapnya.
"Harus disiapkan manajemen dengan kompetensi yang baik, sehingga mampu menjembatani kepentingan yang ada. Libatkan Desa Besakih dan Desa Adat Besakih. Beri kesempatan kepada masyarakat ikut berpartisipasi dan berkontribusi," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan sudah sejak lama kondisi Pura Besakih, khususnya prasatinya, cukup parah. Kondisi tersebut membuat suasana peribadatan tidak nyaman dan aman.
"Karena itu, kami berupaya dengan arahan Presiden dan Menteri PU membangun Fasilitas Kawasan Suci Besakih ini secara komprehensif. Tampilan bangunan sangat jelas megah, selaras dengan kesucian keagungan, keindahan Pura Besakih serta Gunung Agung," kata Koster.
Koster mengungkapkan, pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp 911 miliar bersumber dari APBN, PUPR sebesar Rp 428 miliar, dan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebesar Rp 483 miliar.
"Pembangunan dimulai 18 agustus 2021 ditandai peletakan batu pertama Presiden kelima Ibu Hj. Megawati, Ibu Mega meresmikan, Presiden ketujuh yang meresmikan pembangunannya. Terima kasih, Pak Presiden," ujarnya.
"Pembangunan ini bisa terwujud dukungan Bapak Presiden memberi manfaat besar masyarakat Bali, serta akan menjadi warisan dan kenangan masa depan," pungkasnya.
