Jokowi Resmikan Penataan Kawasan Pulau Rinca Taman Nasional Komodo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah menteri di atas kapal pinisi menuju Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Kamis, (21/7/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah menteri di atas kapal pinisi menuju Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Kamis, (21/7/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi meresmikan penataan kawasan Pulau Rinca Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/7). Penataan ini dilakukan selama dua tahun oleh pemerintah.

"Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, penataan Kawasan Pulau Rinca Taman Nasional Komodo siang hari ini dinyatakan saya nyatakan diresmikan," kata Jokowi di lokasi, Kamis (21/7).

Saat peresmian, Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Jokowi bersama rombongan menaiki kapal pinisi ke lokasi. Setelah hampir sampai, Jokowi bersama rombongan berpindah ke speedboat.

Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah menteri di atas kapal pinisi menuju Pulau Rinca Taman Nasional Komodo, Kamis, (21/7/2022). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Usai meresmikan Penataan Pulau Rinca, Jokowi sempat berkeliling melihat hasil penataan. Ia juga sempat dijelaskan mengenai proses penataan oleh PUPR.

Jokowi mengatakan proses penataan Pulau Rinca menghabiskan biaya yang cukup besar. Sehingga ia berharap penataan ini berdampak baik bagi peningkatan jumlah wisatawan.

"Jadi penataan kawasan ini, kan, sudah berjalan dua tahun dan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dari penataan di Pulau Rinca, kemudian penataan di pelabuhan lama di Marina," kata dia.

"Kemudian juga infrastruktur jalan yang dilebarkan dan juga ada yang diperpanjang, kemudian juga memperpanjang runway dan memperluas terminal Airport Komodo, saya kira semuanya itu harus dihitung dan harus ada returnnya," tutup Jokowi.