Jokowi Sangat Khawatir China Invasi Taiwan: Jangan Tambah Ruwet

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada penutupan B20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Foto: Dok. Kadin Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada penutupan B20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Foto: Dok. Kadin Indonesia

Presiden Jokowi angkat bicara terkait upaya kooprtasi China terhadap Taiwan. Jokowi sangat khawatir China invasi Taiwan yang akan menambah konflik dunia di tengah peperangan Rusia dan Ukraina.

"Saya sangat khawatir mengenai itu. Kompetisi itu hal yang normal, rivalitas hal yang biasa antarnegara. Tapi yang paling penting, jangan jadi sebuah konflik terbuka," kata Jokowi dikutip dari laman Instagram @jokowi saat wawancara dengan The Economist, Minggu (20/11).

Ia menekankan, masih banyak dampak konflik Rusia dan Ukraina yang membuat sejumlah negara kesulitan. Ia tegas menolak invasi negara terhadap negara lain, apa pun alasannya.

embed from external kumparan

"Indonesia ingin dunia yang damai, jangan sampai perang Ukraina belum selesai, menambah masalah lagi di kawasan lain," ungkap Jokowi.

"Ini menambah ruwet kita semua. Menambah pusing kita semua," jelas dia.

Seorang prajurit memegang bendera Taiwan sebagai bagian dari dekorasi pada upacara penyambutan Presiden Palau Surangel Whipps di Taipei, Taiwan, Kamis (6/10/2022). Foto: Ann Wang/REUTERS

Selama dua tahun terakhir, Taiwan telah menjadi kepulauan demokratis yang memiliki sistem pemerintahannya sendiri dan dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Selama itu pula, Taipei berupaya untuk menegakkan kedaulatan negaranya sendiri, namun dikecam oleh China.

Oleh karenanya, Taiwan dalam beberapa tahun terakhir harus menghadapi ancaman militer dan politik dari China. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari kedaulatannya namun sedang memberontak.

Di sisi lain, pemerintah Taipei menegaskan bahwa hanya penduduknya sendiri yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Menlu Taiwan Joseph Wu mengatakan China akan meningkatkan serangan diplomatik terhadap Taiwan usai Kongres Partai Komunis rampung bulan lalu. Xi Jinping terpilih menjadi Presiden untuk periode ketiga pada kongres tersebut.