Jokowi Santuni Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Rp 50 Juta, Selesai 2 Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Presiden Jokowi mengungkapkan rasa duka mendalam atas peristiwa berdarah yang terjadi usai pertandingan sepakbola liga 1 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10). Ia pun memberikan santunan Rp 50 juta untuk keluarga korban meninggal.

Hal itu disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD dalam jumpa pers virtual, Senin (3/10).

”Presiden juga sebagai tanda belasungkawa meskipun tentu hilangnya nyawa setiap orang itu tidak bisa dinilai dengan uang berapa pun harganya. Tetapi presiden berkenan untuk juga memberi santunan kepada setiap korban jiwa itu sebesar Rp 50 juta dan ini akan segera dilaksanakan tinggal kita atau kami mencocokkan dulu data administratif dengan pemda atau dengan lembaga lain yang mengurus,” ujar Mahfud.

Meski harus melalui proses pencocokan data, Mahfud memastikan proses pencairan dananya tak akan terlalu lama. Ia memastikan dalam bahwa dalam tempo dua hari dana tersebut akan segera cair dan disalurkan kepada keluarga 125 korban meninggal.

”Ya pencocokan data saya kira tidak lama, kita tinggal minta nama dan alamat ke pemda untuk memastikan bahwa 125 orang itu ini namanya dan ini alamatnya, cuma itu aja. Jadi mungkin tidak akan terlalu lama, akan segera dieksekusi dalam sehari 2 hari ini,” ucap Mahfud.

Tak hanya dari Jokowi, santunan menurut Mahfud juga diterima oleh para korban dari kemurahan hati sejumlah pihak hingga pemerintah daerah setempat.

”[ada] informasi bahwa gubernur Jawa Timur sudah menyediakan santunan dalam bentuk uang tunai, pun Bank Jatim sudah juga memberikan santunan, Badan Amil Zakat memberikan santunan, Baznas juga sudah memberikan santunan kepada semua korban, Bupati dan Wali Kota juga sudah memberikan santunan kepada korban masing-masing yang kisarannya antara 10-15 juta,” ungkap Mahfud.

Selain bagi korban meninggal, perhatian dipastikan Mahfud juga diberikan pemerintah kepada mereka para korban luka. Perhatian itu , kata dia, diberikan dalam bentuk perawatan kesehatan kepada para korban secara gratis.

”Nah kita untuk korban luka-luka itu sudah memerintahkan menteri kesehatan bahwa biaya yang diperlukan untuk perawatan dan pengobatan itu ditanggung oleh negara,” beber Mahfud.

”Tinggal nanti diurus secara administratif oleh pihak rumah sakit nanti negara yang akan menanggung itu. Negara dalam arti pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu akan menjamin itu semua,” lanjut dia.

Terakhir, ia juga berharap agar bantuan ini dapat dinilai sebagai murni bantuan pemerintah kepada para korban. Tanpa adanya maksud dan tujuan lain.

”Mudah-mudahan itu dinilai sebagai tanda empati dan kehadiran negara, tidak dilihat jumlahnya tetapi empati kepala negara dan kehadiran negara,” kata Mahfud.