kumparan
29 November 2018 21:32

Jokowi: Saya Kadang-kadang Merasa Sendirian

Presiden Jokowi, Festival Bintang Vokalis Qasidah Nasional
Presiden Jokowi hadiri penutupan Festival Bintang Vokalis Qasidah Nasional 2018 , Kamis (29/11). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Setelah 40 tahun dikuasai oleh perusahaan Amerika Serikat, kini saham PT Freeport berhasil dikuasai pemerintah sebesar 51 persen. Tak hanya itu, pemerintah juga berhasil menguasai 100 persen saham Blok Rokan yang dulu dipegang Chevron, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Namun, Presiden Joko Widodo sedih tidak ada yang demo di depan Istana untuk mengapresiasi kinerjanya. Malahan dirinya dituduh sebagai antek asing oleh sebagian masyarakat.
"Freeport 40 tahun. Dikelola oleh Amerika. Sekarang sudah 51 persen kita ambil mayoritas. Tapi saya lihat, saya kok enggak ada yang demo di depan Istana. Demo mendukung. Saya tunggu-tunggu kok enggak ada demo mendukung," kata Jokowi saat pidato di penutupan Festival Vokalis Qasidah Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (29/11)
"Saya kadang-kadang merasa sendirian. Apa saya, apa masih ada berpikiran (saya) antek asing? Saya kadang berpikirnya seperti itu. Tapi saya selalu khusnuzon sajalah. Selalu berprasangka baik saja. Oh mungkin saya belum bercerita banyak ke masyarakat sehingga banyak yang belum tahu," lanjut dia.
Presiden Jokowi hadiri penutupan Festival Bintang Vokalis Qasidah Nasional 2018
Presiden Jokowi hadiri penutupan Festival Bintang Vokalis Qasidah Nasional 2018. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Padahal Jokowi menjelaskan, Blok Rokan saat dikuasi asing, pemerintahan saat itu tidak disebut sebagai antek asing. Selain Blok Rokan, pemerintah di bawah Jokowi juga berhasil memiliki 100 persen saham Blok Mahakam.
ADVERTISEMENT
"Coba kita lihat yang namanya Blok Mahakam. Itu sudah berapa puluh tahun dipegang Perancis dan Jepang. Sejak 2016 sudah kita ambil dan serahkan ke Pertamina 100 persen. Terus antek asingnya di mana?" ucap Jokowi.
Dalam acara ini turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua PPP Romahurmuziy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan