Jokowi: Saya Tahu Ada yang Bilang Saya Planga-plongo, Tolol, Fir'aun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
77
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2023 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
 Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2023 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi bicara masalah sosial di era media sosial seperti sekarang di sidang Tahunan MPR/DPR. Salah satunya soal publik bisa dengan bebas mengkritik hingga memakinya tanpa 'babibu'.

"Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan dan dengan adanya media sosial seperti sekarang ini. Apa pun, apa pun bisa sampai ke Presiden," kata Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

"Mulai dari masalah rakyat di pinggiran sampai kemarahan, ejekan, bahkan makian dan fitnahan. Bisa dengan mudah disampaikan," sambungnya.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wapres Ma’ruf Amin (kanan) dan Ketua DPR Puan Maharani menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR - DPD Tahun 2023 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Bahkan Jokowi sudah mendapatkan banyak julukan. Dari tolol hingga Fir'aun.

Saya tahu ada yang mengatakan saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir’aun, tolol. Ya nda apa, sebagai pribadi saya menerima saja.

--Presiden Jokowi.

Jokowi ikhlas. Namun di sisi lain ia menyesalkan, kenapa budaya ketimuran Indonesia yang sopan santun seakan hilang.

"Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang? Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah," katanya.

"Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia," tutup dia.