Jokowi Sebut PSI Bisa Galang Banyak Anak Muda: Jangan Jadi Follower

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi memberikan sambutan di HUT ke-7 PSI. Foto: Dok. PSI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi memberikan sambutan di HUT ke-7 PSI. Foto: Dok. PSI

Presiden Joko Widodo hadir dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di The Ballroom Djakarta Theater pada Selasa (31/1) malam.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan besarnya peluang PSI untuk menggalang dukungan dari anak-anak muda di Pemilu 2024. Angkanya mencapai 60 persen.

"Pagi saya tanya ke Kemendagri berapa sih pemilih berumur 17 sampai di bawah 40, ada 60 persen kurang sedikit. Itu anak-anak muda semuanya, dan pasar segmen sebesar itu. Itulah yang memang harus disasar dan didapatkan oleh PSI, dan menurut saya sangat cocok sekali dengan PSI," ucap Jokowi.

Karena itu, Jokowi berpesan kepada pengurus dan kader-kader PSI yang hadir untuk tidak menjadi pengikut partai-partai politik lain.

“PSI harus memiliki diferensiasi kalau dibandingkan partai-partai lain. Jangan ngikutin mereka. Isunya jangan ngikutin mereka. Jangan jadi followers tapi harus jadi trendsetternya,” kata Jokowi.

Kopdarnas 2023 PSI di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa (31/1/2023). Foto: Nadia Riso/kumparan

Jokowi mencontohkan dirinya sebelum menjadi presiden, adalah wali kota Solo, orang ndeso, kata Jokowi. Saat tarung di Pilkada DKI ia membuat tren dengan menggunakan pakaian yang berbeda dari pasangan calon lainnya.

“Saya ini bukan siapa-siapa dari Solo, ndeso, masuk ke Jakarta yang kota besar. Saya melihat saat itu ada peluang karena setiap pemilihan Pilkada di mana pun selalu calonnya itu pakai jas, pakai dasi, pakai peci,” ujar Jokowi.

Jokowi berpesan untuk PSI mencari diferensiasi dalam menggaet pemilih dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Saat itu saya ingat menyiapkan dengan Pak Ahok itu baju kotak-kotak. Enggak ada yang berani membuat tren seperti itu. Itu ada risikonya. Risikonya bisa kalah kalau keliru. Tapi ternyata disambut oleh masyarakat utamanya masyarakat muda,” ujar Jokowi.