Jokowi: Semua Rebutan Vaksin Corona, yang Produksi Hanya 6 Negara
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan tentang kondisi vaksinasi corona di Indonesia yang masih harus berebut stok vaksin dengan banyak negara. Sebab, negara yang memproduksi vaksin corona terbatas, sementara permintaan datang begitu banyak tak terkecuali Indonesia.
Hal ini diungkapkan Jokowi kepada para pelajar dan santri di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
"Sekarang ini yang terjadi pandemi COVID-19 dan gelombang berikutnya varian Delta tidak hanya negara kita Indonesia, tapi 221 negara di dunia ini semuanya terkena gelombang COVID-19. Semuanya juga rebutan yang namanya vaksin, antarnegara rebutan vaksin padahal yang memproduksi vaksin hanya 1,2, 3,4, 5, 6 negara, " kata Jokowi, Selasa (31/8).
"Tidak semua negara memproduksi vaksin. Meskipun punya uang, anggarannya ada, belum tentu kita bisa mendapatkan vaksin," tambahnya.
Meski demikian, Indonesia harus bisa bersyukur karena saat ini sudah memiliki sekitar 160 juta stok vaksin corona. Meski begitu, jumlah ini dinilai Jokowi belum cukup untuk memvaksinasi 70 persen populasi Indonesia demi mencapai target herd immunity.
"Alhamdulillah sampai hari ini kita telah mendapatkan 160 juta dosis vaksin. Tapi itu masih jauh dari mencukupi, karena kebutuhannya kurang lebih 428 juta [dosis vaksin]. Sudah ada komitmen dari industri dan pabrik vaksin, tapi sekali lagi, masih juga menjadi rebutan dengan negara-negara lain," jelas Jokowi.
Jokowi membeberkan target lebih dari 400 juta dosis vaksin ini akan datang secara bertahap. Sehingga, semua warga yang jadi sasaran vaksinasi corona bisa dicapai akhir tahun 2021, termasuk dari kelompok pelajar.
"Nanti juga karena ini juga jumlah vaksin secara nasional juga masih belum mencukupi memang yang ini tahap demi tahap," ujar dia.
"Dan kita harapkan di akhir tahun, di bulan Desember, semuanya sudah divaksin termasuk dari Ponpes Khusnul Khotimah di Kuningan," tutup Jokowi.
