Jokowi Sentil Nadiem: Belanja Kemendikbud Baru Rp 2 T, Ada yang Tak Semangat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Presiden Jokowi menyoroti belanja barang dan jasa kementerian yang masih minim. Ia mengingatkan, sebelum Mei 2022, belanja barang dan jasa yang total anggarannya mencapai Rp 400 triliun harus tercapai.

Ia wanti-wanti, belanja barang dan jasa harus diprioritaskan ke pembelian dalam negeri, bukan impor.

“Target nanti di akhir syukur bisa sebelum 10 Mei, yang Rp 400 triliun itu bisa tercapai ini sangat bagus sekali dampaknya akan ke mana,” kata Jokowi dalam acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3).

Jokowi kemudian menyoroti belanja anggaran Kemendikbud yang masih minim. Ia mengingatkan Kemendikbud untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan anggaran.

“Coba kita lihat angka-angka di Kementerian, PU Rp 92 triliun, Kemhan Rp 68 triliun, Polri 56 triliun, Kemenkes Rp 36 triliun, ini yang gede-gede, yang saya sebut yang gede-gede saja. Kemendikbud Rp 29 triliun, hati-hati, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tadi pagi saya cek baru Rp 2 triliun, ini kelihatannya ada yang enggak semangat di dalam kementerian,” tegas Jokowi.

Ia lalu menyinggung belanja barang kementerian seperti bangku, laptop yang masih saja impor. Padahal di dalam negeri bisa memproduksinya.

“Kita sudah bisa bikin semuanya itu, sudah bisa bikin semuanya. Sudahlah jangan diterus-terusin. Artinya apa? penambahan pertumbuhan ekonomi sudah ada di depan mata kita, kita mau mengerjakan atau tidak mau mengerjakan kalau mau mengerjakan artinya ada tambahan seperti disampaikan Menko dan Menpar tadi," kata Jokowi.

"Sehingga saya minta dan saya enggak mau ditawar-tawar lagi urusan 400 triliun di Mei segera juga dorong UKM-UKM di daerah masuk segera ke e-catalog,” tutup Jokowi.