Jokowi Setuju Luhut Agar Prabowo Tak Bawa Orang Toxic ke Pemerintahan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan usai menemani Presiden Jokowi untuk menerima kunjungan eks PM Inggris Tony Blair di Istana Jakarta, Rabu (19/10/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan usai menemani Presiden Jokowi untuk menerima kunjungan eks PM Inggris Tony Blair di Istana Jakarta, Rabu (19/10/2022). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi memberikan komentar atas pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta presiden terpilih Prabowo Subianto tidak memilih orang toxic dalam pemerintahan.

Menurut Jokowi, saran Luhut itu sudah benar.

"Udah bener, dong. Bener, bener," kata Jokowi di Balai Besar Pengujian Telekomunikasi Kominfo, Depok, Selasa (7/5).

Meski demikian, Jokowi enggan berspekulasi lebih lanjut terkait pernyataan Luhut itu.

"Ya, ditanyakan kepada Pak Luhut," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas yang diikuti kabinet Indonesia Maju terkait bencana alam Gunung Ruang di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/5/2024). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sebelumnya, Luhut meminta Prabowo tidak membawa orang toxic ke dalam kabinet karena akan merugikan.

"Kepada presiden terpilih juga, saya katakan jangan membawa orang-orang toxic ke dalam pemerintahan Anda, karena itu akan sangat merugikan kita," kata Luhut saat Jakarta Futures Forum, Jumat (3/5).

Hal itu disampaikan Luhut saat tengah membeberkan upaya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf terkait transformasi digital dan akan segera meluncurkan government technology (Govtech) alias super apps pemerintah yang akan mengintegrasikan seluruh sistem data.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Integrasi ini akan meningkatkan efisiensi dan transparansi sistem pemerintahan. Bahkan, bisa berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada Prabowo-Gibran yang akan meneruskan Jokowi-Ma'ruf agar tidak membawa orang toxic dalam pemerintahan mereka.