Jokowi Siapkan Konsesi Minerba dan Lahan Pertanian bagi Kader NU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di acara Muktamar NU. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di acara Muktamar NU. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi resmi membuka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung Tengah hari ini. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyinggung ekonomi umat bagi kader NU.

Menurut Jokowi, pemerataan dalam konteks ekonomi memang diperlukan. Tapi, hal ini tidaklah mudah dicapai. Namun, Jokowi menilai NU memiliki potensi untuk mewujudkan pemerataan ekonomi umat.

"Tapi saya lihat kekuatan NU sekarang anak muda pintar-pintar, santri-santri keluaran universitas-universitas besar dari seluruh negara di dunia. Apabila ini bisa dirajut dalam sebuah kekuatan, lokomotif, ini bisa narik gerbong-gerbong yang ada di bawah," kata Jokowi dalam sambutannya di lokasi, Rabu (22/12).

Untuk mewujudkan konsep ekonomi umat, Jokowi menawarkan kader NU untuk membuat sebuah wadah. Bisa berbentuk perusahaan terbatas, kelompok usaha, dengan pelibatan pemerintah.

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di acara Muktamar NU. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

"Saya menyiapkan, kalau siap, saya menyiapkan konsesi. Baik itu konsesi, terserah itu mau dipakai lahan pertanian, silakan. Saya juga ingin siapkan konsensi minerba, yang pengin bergerak di usaha-usaha nikel, batu bara, tembaga, silakan," kata Jokowi.

"Tetapi sekali lagi ini dalam kelompok usaha besar sehingga nanti bisa menggeret, mengajak gerbong-gerbong yang lain untuk menikmati. Ini perlu kerja besar tapi saya melihat potensi di NU itu ada," lanjut dia.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung bahwa saat ini NU kaya sumber daya manusia. Misalnya banyak kader NU yang bergelar doktor dan ahli teknologi. Menurut dia, ke depan, teknologi akan memainkan peranan besar dalam kemajuan bangsa.

Oleh sebab itu, penting bagi NU untuk memanfaatkan teknologi demi memberi manfaat bagi seluruh kader.

"Karena kita ingin teknologi maslahat bagi umat, masyarakat, rakyat. Jangan sampai ini jadi merusak, membuat hal-hal negatif bagi rakyat kita," kata dia.